Tanya Dokter

  • Mata minus dan gangguan depersonalisasi

  • Sore dok.saya karina umur 13 tahun.

    Dok saya selama ini merasakan aneh pd mata saya,saya min 4,tapi saya memakai kacamata -3.5(dua-duanya) penglihatan mata saya terasa terang dok,seperti tidak min,pdhl saya skrng merasakan kalo saya nambah min.tapi kadang2 suka merasakan itu dok,saya jg sempat punya penyakit depersonalisasi tapi alhamdulilah skrng sudah tidak lagi,tapi tadi saya baru merasakan bukan diri saya lagi(depersonalisasi) penglihatan mata saya jg seperti itu,kalo sudah seperti itu saya merasakan ketakutan,lemes,badan bergemeteran.dok apa yg harus saya lakukan?saya gamau ada penyakit seperti ini

    Hai, Untuk memastikan apakah kacamata yang digunakan telah sesuai dengan kondisi minus (myopia/rabun jauh) yang dialami, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan refraksionis atau dokter mata. Mata yang terasa terang/jelas maupun kabur terkadang tidak dapat selalu dijadikan patokan sesuai atau tidaknya kacamata yang digunakan, karena penglihatan kabur dapat dipengaruhi oleh faktor lainnya misalnya kelelahan tubuh. Gangguan depersonalisasi merupakan bagian dari kumpulan kondisi yang disebut gangguan disosiatif, yaitu gangguan mental akibat terganggunya memori, kesadaran, identitas dan persepsi. Gangguan depersonalisasi terjadi saat seseorang terus-menerus merasa tidak terhubung ataupun terlepas dari tubuh dan pikirannya. Penderitanya dapat merasa seperti mengamati tubuhnya dari luar atau hidup di alam mimpi, namun masih dapat membedakan kenyataan dengan hal yang tidak nyata. Gangguan ini dapat menyebabkan seseorang merasa cemas, panik dan depresi, sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari, pekerjaan, maupun hubungan dengan orang lain. Namun demikian, diagnosis atas suatu penyakit tidak dapat serta-merta ditegakkan semata-mata berdasarkan beberapa gejala yang tampaknya serupa. Mengingat keluhan yang dirasakan telah mengganggu, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater (dokter spesialis kesehatan jiwa). Psikolog/psikiater akan melakukan wawancara untuk menelusuri riwayat yang kamu alami, sejak kapan berlangsung, apa gejala yang dirasakan, termasuk riwayat pengalaman di masa lalu yang mungkin dapat menjadi pemicunya. Melalui analisis yang cermat akan dapat disimpulkan apakah keluhan yang kamu alami termasuk dalam gangguan depersonalisasi ataupun penyebab yang lain. Dengan demikian penanganan yang tepat akan dapat diberikan sesuai kondisi yang mendasarinya. Demikian semoga bermanfaat. Salam, dr. Muliani Sukiman