Tanya Dokter

  • Mendiagnosa penyakit karena sering mimisan ?

  • Halo Dokter.

    Selama 2 bulan terakhir saya mengalami mimisan yang sering berulang walaupun tidak teratur. Hanya lubang hidung sebelah kanan saja yang mimisan. Beberapa kali mimisan keluar tiba-tiba, namun terkadang juga dipicu karena membuang ingus sedikit kencang ataupun karena mengorek lubang hidung. Tercatat saya pernah beberapa kali mimisan.

    1. Juni : 13, 17, 21, 23, 24, 25, 27
    2. Juli : 6, 28
    3. Agustus : 2
    Pada bulan juni saya sempat melakukan pemeriksaan ke dokter THT karena saya curiga dengan kanker nasofaring. Hasilnya menurut dokter tersebut tidak terlihat luka di dinding hidung, kemudian melakukan endoskopi kedalam rongga hidung. Dokter THT tersebut mengatakan tidak ada dugaan kanker nasofaring, namun dari hasil peneropongan tersebut terlihat ada semacam benjolan kecil pada lubang hidung kanan yang menurut dokter tersebut seharusnya sudah hilang diumur saya saat ini (23 tahun), kemudian juga terlihat ada cairan putih mirip ingus atau mungkin asam lambung menurut dokternya. Pada bagian lubang hidung kanan hanya terlihat ada bagian tulang hidung yg tajam menurut dokter. Hasil dari endoskopi bisa dilihat di tautan/link ini dok.

    Setelah pemeriksaan tersebut, saya diberikan 3 obat. Obat pilek Rhino Sr. , obat untuk asam lambung, dan satu obat semprot nasonex. Saya rutin mengkonsumsi obat tersebut selama seminggu, dan saya juga tidak menyentuh hidung karena takut terjadi mimisan lagi.

    Setelah itu tidak terjadi mimisan lagi, sampai akhirnya akhir Juli muncul lagi mimisan tersebut.

    Yang saya tanyakan, apakah penyebab mimisan dari cerita saya ini ? Menurut dokter hasil endoskopi tersebut tidak terlihat suatu penyakit? Apakah faktor cuaca juga berpengaruh? Perlukah pemeriksaan lebih lanjut, misalnya pemeriksaan darah atau cek THT kembali?

    Mohon untuk solusi dan pencerahannya dok.

    Terima kasih.

    Halo, Penyebab dari mimisan tidak semuanya bisa diidentifikasi. Penyebab yang paling sering adalah trauma di hidung, baik karena pukulan di wajah yang mengenai hidung hingga kebiasaan mengorek hidung. Faktor-faktor risiko terjadinya mimisan:

    • sinusitis
    • terpajan udara yang kering dan hangat dalam waktu lama
    • rhinitis alergi
    • benda asing dalam hidung
    • menghembuskan udara dari hidung dengan kuat
    • pernah menjalani operasi di hidung
    • tulang hidung (septum) yang miring
    • penggunaan kokain
    • ada penyakit lain yang mendasarinya seperti tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, penyakit liver dan ginjal, kelainan pembuluh darah, tumor di hidung
    • Konsumsi obat pengencer darah
    Obat-obat yang diberikan oleh dokter THT Anda adalah:
    • obat antialergi dan dekongestan hidung (loratadine, pseudoefedrin)
    • obat antiinflamasi dan antialergi (mometasone)
    Dari obat tersebut kemungkinan dokter mendiagnosis Anda memiliki faktor risiko rhinitis alergi yang dapat memicu terjadinya mimisan. Rhinitis alergi merupakan peradangan di lapisan dalam hidung dengan gejala bersin-bersin, hidung tersumbat dan iritasi di dalam hidung. Gejala ini biasanya muncul setelah Anda terpajan suatu alergen, misalnya debu, dingin, serbuk bunga,dll. Rhinitis bisa dialami oleh seseorang yang mempunyai risiko atopi, dengan ciri terjadinya salah satu gangguan atau lebih (biduran/rhinitis/asma/eksim) pada anggota keluarganya. Misalnya, seseorang dengan riwayat asma, maka anak-anaknya akan berisiko mengalami gangguan atopi tersebut, mungkin biduran atau eksim atau rhinitis. Endoskopi hidung merupakan prosedur diagnostik untuk melihat keadaan hidung bagian depan (anterior) dan belakang (posterior). Kelainan yang dapat dilihat melalui endoskopi ini adalah:
    • dinding pemisah hidung yang bengkok (septum deviasi)
    • polip hidung
    • kelainan tulang hidung (pembesaran, pembentukan spur/taji
    • tumor hidung, tumor nasofaring,dll
    Anda dapat membicarakan hasil endoskopi Anda kembali ke dokter yang berkompeten yaitu dokter THT. Saya sarankan Anda untuk kontrol dan membicarakan mengenai perkembangan penyakit Anda setelah diobati sehingga dapat dilakukan penyesuaian obat jika perlu. Tips untuk Anda:
    • Tidak mengorek-ngorek hidung terlalu kuat
    • Menghindari angkat beban berat atau aktivitas terlalu berat
    • Menghindari bersin-bersin atau batuk jika mungkin
    • Tidak merokok, merokok dapat membuat hidung teriritasi
    • Menghidari polusi asap rokok atau kendaraan
    • Menghindari debu, kotoran, serpihan kulit mati hewan peliharaan (jika ada)
    Anda dapat membuka link berikut ini: Mimisan Rhinitis alergi Semoga membantu, dr.Miranti Iskandar

    Fajar Martin R  Fajar Martin R
    Anggota

    Terima kasih dokter atas penjelasannya. Sangat informatif sekali. Seperti yang dijelaskan, kemungkinan saya memiliki rhinitis alergi. Karena pada saat saya sering mengalami mimisan pada bulan juni dan juga saat ini saya mengalami gejala seperti flue yg mirip dengan rhinitis alergi tersebut seperti hidung berair dan hidung tersumbat. Pada saat seminggu setelah pengecekan dokter pertama, mimisan mereda disertai dengan flue jg ikut mereda. Dan saya juga memiliki riwayat penyakit asma pada saat masih berumur belasan tahun, namun saat ini sudah sembuh. Akan saya coba kontrol kembali ke dokter THT untuk berkonsultasi lebih lanjut. Terima kasih.