Tanya Dokter

  • kemungkinan hamil jika menelan sperma

  •  Arya Andra
    Anggota

    saya mau tanya dok apa benar menelan sperma bisa menyebabkan kehamilan,jika tidak kenapa istri saya tidak menstruarsi selama 1 bulan mohon responya terimakasih

    Hai Arya, Untuk terjadinya kehamilan tentunya harus terjadi pertemuan antara sel telur pada organ reproduksi wanita dengan sel sperma pria. Menelan cairan sperma tidak menyebabkan kehamilan, karena setelah tertelan cairan sperma akan masuk ke dalam saluran pencernaan. Saluran pencernaan tidak memiliki hubungan dengan saluran reproduksi, sehingga cairan sperma yang tertelan tersebut tidak akan dapat mencapai organ reproduksi wanita. Keterlambatan menstruasi seperti yang dialami oleh istri Anda tidak selalu disebabkan oleh kehamilan. Berikut berbagai kemungkinan penyebab lainnya yang dapat menyebabnya terjadinya keterlambatan menstruasi:

    • Ketidakseimbangan hormonal
    • Stres psikis
    • Aktivitas yang berat
    • Olahraga berlebihan
    • Pola gizi yang kurang nutrisi
    • Efek samping penggunaan kontrasepsi
    • Penurunan atau kenaikan berat badan yang drastis
    • Obesitas
    • PCOS/sindrom polikistik ovarii
    • Gangguan hormon tiroid
    • dan sebagainya
    Bila keluhan yang dialami terus berlanjut ada baiknya istri Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan agar penyebabnya dapat ditelusuri lebih lanjut. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang jika diperlukan (seperit USG, tes darah dan sebagainya) untuk menganalisis penyebabnya sehingga penanganan yang tepat dapat diberikan sesuai dengan kondisi dasarnya. Berikut ini anjuran bagi istri Anda:
    • Beristirahat cukup dan konsumsi makanan yang bergizi
    • Batasi aktivitas fisik yang berat dan jangan terlampau lelah
    • Mempertahankan berat badan ideal
    • Hindari diet ketat
    • Berolahraga ringan secara teratur
    • Meminimalisir stres
    Informasi berikut ini dapat berguna: Penyebab menstruasi terlambat Telat haid tidak selalu dikaitkan dengan kehamilan Demikian semoga bermanfaat. dr. Muliani Sukiman