Tanya Dokter

  • Mengatasi keputihan yang disertai rasa nyeri

  • Selamat dok.. saya punya keluhan dii area vagina.. akhir" ini saya mengalami keputihan yang cukup bnyak dri biasanya dii sertai rasa nyeri dok..tapi keputihan saya tidak berbau dan warnanya putih seperti susu.. ini kenapa yaa dok ? Tolong di jelaskan dan kasih cara mengatasinya dok.. terimakasih

    Terimakasih telah bertanya di Alodokter

     

    Lendir vagina normal berwarna putih atau agak kecoklatan, tidak berbau, tidak menimbulkan gatal atau ruam di daerah kemaluan. Apabila lendir yang keluar berwarna kekuningan atau kehijauan, berbau amis, menimbulkan gatal, maka keluarnya lendir tersebut kemungkinan disebabkan adanya infeksi daerah kewanitaan.

    Beberapa penyebab infeksi yang dimaksud antara lain:

    -Infeksi bakteri atau  Bacterial Vaginosis

    -Infeksi jamur atau Vaginal Kandidosis

    -Penyakit radang panggul

    -Infeksi menular seksual , misalnya : Herpes genital , gonore . sifilis

     

    Saya anjurkan apabila lendir yang keluar tidak normal, sebaiknya anda berkonsultasi secara langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk mengetahui secara pasti penyebab keluhan anda.

    Dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan di daerah kewanitaan, mungkin berupa pemeriksaan dalam, pemeriksaan dengan spekulum dan lain sebagainya. 

    Dokter akan memberikan obat sesuai penyebab keluhan anda, minumlah obat tersebut sesuai instruksi dokter.

     

    Anjuran yang dapat anda lakukan dirumah untuk mengurangi yaitu :

    -Hindari penggunaan pembersih daerah kewanitaan yang menyebabkan iritasi

    -Mengeringkan area kewanitaan dengan setelah dibasuh air saat buang air kecil maupun buang air besar

    -Saat Buang air Besar membasuh dari arah depan ke belakang dan bukan sebaliknya agar kuman dari anus tidak terbawa ke vagina maupun sakuran kemih.

    -Menggunakan pakaian dalam dengan bahan menyerap keringat

    -Makan sehat dan bergizi, konsumsi probiotik / yogurt

    -Melakukan hubungan seks aman dengan tidak berganti-ganti pasangan

     

    BErikut artikel terkait BACTERIAL VAGINOSIS

     

    Semoga bermanfaat

    Salam, dr. Natalia