Tanya Dokter

  • mengurangi resiko kehamilan ektopik terganggu atau KET

  • Halo dok.. bln mei lalu saya menjalani operasi krna mengalami KET. dan smpai saat ini saya masih takut untuk mncoba hamil lagi (takut terulang) karna yg saya tau itu bisa terulang.anak saya yg pertama sdh berumur 8 thn,sdh 3 thn terakhir ini saya dan suami berncana untuk pnya anak lagi tapi stlah hamil ternyata KET.Saat ini kami berhubungan memakai kondom karna takut memakai kb lain.Pertanyaan saya apa yg bisa di lakulan untuk bisa mengurangi resiko KET karna saya juga memiliki brt bdan berlebih 98kg. Dan apa boleh saya mengikuti kelas gym slnya kata suami tdk boleh mngangkat beban berat.

    Selamat Malam, Faktor yang dapat meningkatkan resiko kehamilan ektopik antara lain :

    • Riwayat infeksi atau peradangan (misalnya penyakit radang panggul,peradangan tuba falopi,dll)
    • Penggunaan metode kontrasepsi spiral/IUD
    • Riwayat kehamilan ektopik pada kehamilan sebelumnya (sekitar 15-20 persen)
    • Proses sterilisasi
    • dan lain-lain
    Info lengkap dapat dibaca pada laman berikut : MENCEGAH KEHAMILAN EKTOPIK BERULANG Menerapkan gaya hidup sehat termasuk menurunkan berat badan yang berlebih tentu saja merupakan pilihan yang baik apabila Anda ingin merencanakan kehamilan berikutnya. Namun mengenai boleh atau tidaknya ikut gym tentu saja perlu disesuaikan dengan kemampuan fisik perorangan yang berbeda satu sama lain. Untuk menurunkan berat badan tidak perlu dengan olahraga yang berat sebab ,yang penting adalah dilakukan secara rutin, berkelanjutan dan dibarengi dengan menjaga pola makan. Penurunan berat badan pun sebaiknya dilakukan secara bertahap (tidak drastis/mendadak). Sebelum Anda memulai program kehamilan berikutnya tidak ada salahnya jika Anda melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk memastikan kondisi rahim serta saluran reproduksi Anda berada dalam keadaan sehat dan bebas dari infeksi/peradangan/sumbatan untuk mencegah kejadian kehamilan ektopik berulang. Berikut artikel terkait : KEHAMILAN EKTOPIK   Salam, dr.Debby Phanggestu