Tanya Dokter

  • gangguan pendengaran pada anak

  • dok, anak sy skrg 20 bulan, saat 18 bulan dia di diagnosa dokter meningoencefalitis, saat itu kejang, terjadi penurunan kesadaran (di HCU 4,5hr). Awalnya 7 hari batpil tanpa demam (diobati saat hari ke 5 sudah mulai sembuh di hari ke 7) ,  berenang. Hari berikutnya mulai demam hingga 6 hari, berobat 2x ke dokter & cek darah, 2 antibiotik habis, tiduran terus maunya digendong, demamnya naik turun, saat baru 3 hari lemas seperti itu tadinya pengin rawat inap, tapi saat tes darah yg ke 3 itu di dokter yg berbeda dngn sebelumnya katanya dirawat jalan saja typus & dbd ngtf. Setelah 6 hari dngn antibiotik tdk ada perubahan, akhirnya kami langsung ke igd rumah sakit minta dirawat inap, saat itulah anak sy kejang. 

    14 hari dihitung dr saat di hcu, diberi therapi antibiotik untuk bakteri & manitol, selain itu juga antibiotik dan salep gentamisin untuk ISK, krn di cek darah ada bakteri 1 pasca pakai kateter .

    hari ke 15 masih demam hari ke 16 bebas demam 12 jam, dipulangkan dr RS. Satu hr pulang dr RS, di rmh demam sampai 1 minggu, parasetamol, ibu profen, dumin, cek darah LED 100, rontgen paru kontras ada bercak Bronkopnemoni & TB Primer, lalu berobat diberi TB Vit (provilaksis) 1 x sehari, hari ke 2 sudah bebas panas. Dihabiskan sampai 2 minggu. Tes Mantok ngtf (tp katanya tes mantok kurang akurat utk balita). Cek darah lg LED 44, dilanjut diberi obat (puyer) untuk therapi TB lengkap, sudah diminum 1minggu kami periksa ke dokter anak sub paru, katanya hasil scoring blm ckp mengarah pasti ke TB karna BB naik & sprtinya d lingkungan tdk ada yg kena TB, lalu disarankan tes igra, dll. Hasil tes igra TB negatif, LED turun 20. Alhamdulillah skrg jg tidak demam lagi. Namun, mungkin akibat dr meningoencefalitis atau pemberian dosis obat, pendengaran telinga anak saya bermasalah.

    Selanjutnya, kami tes AOE, BERA, ASSR, hasilnya t.knn 80 desibel, t.kiri 110 desibel mungkin lbih krn masih blm ada respon. Apakah produk herbal dr mentimun laut (fungsi utk cepat meregenerasi sel2 yg mati) bisa digunakan utk memperbaiki serabut saraf di koklea (rumah siput) yg bermasalah?

    mohon tanggapan dari dokter tntng yg sy ceritakan..

    Halo Ibu Nur Hidayah, terimakasih telah bertanya pada kami. 

    Gangguan pendengaran pada anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya adalah:

    • Kelainan sejak lahir, karena kelainan genetik atau infeksi dalam kandungan
    • Otitis media (infeksi telinga tengah)
    • Kotoran telinga
    • Cedera, misalnya cedera kepala atau terekspos pada suara yang sangat keras
    • Mengalami penyakit seperti meningitis, ensefalitis, campak, dll

    Obat-obatan tuberkulosis kategori 1 (Pirazinamid, Rifampisin, Etambutol, dan Isoniazid) kemungkinannya kecil untuk menimbulkan gangguan pendengaran, kecuali apabila anak Ibu diberikan suntikan Streptomisin (obat tuberkulosis kategori 2), karena streptomisin bersifat ototoksik. Kemungkinan gangguan pendengaran anak Ibu berkurang bukan karena obat tuberkulosis, tetapi karena meningoensefalitis sebelumnya. Tetapi tidak menutup kemungkinan penyebab lainnya juga bisa menyebabkan gangguan pendengaran pada anak Ibu.

    Gangguan pendengaran setelah meningitis bervariasi dari ringan hingga benar-benar hilang pendengaran. Bisa mengenai satu atau kedua telinga. Kadang, bisa semakin berat seiring dengan waktu jika tidak dilakukan pengobatan yang sesuai. Semakin cepat terdeteksi maka perburukan dapat dicegah. Ibu sudah melakukan langkah yang sangat tepat dengan memeriksakan pendengaran anak ibu ke dokter spesialis THT dan spesialis anak.

    Terapi untuk gangguan pendengaran pada anak tergantung dari penyebab dan keparahannya. Mungkin saja gangguan pendengaran ini bisa membaik, tetapi kadang gangguan dapat bersifat permanen dan dibutuhkan alat bantu dengar  atau implan koklea. Semakin cepat ditangani, semakin cepat anak Ibu dapat berkembang dengan baik dan membantu proses bicara dan berkomunikasi. 

    Saat ini, Anda sebaiknya berkonsultasi pada dokter spesialis THT untuk langkah selanjutnya. Mungkin diperlukan observasi/pengecekan berkala untuk mengetahui perkembangannya. Dokter THT akan memberikan saran yang tepat sesuai dengan keadaan anak Ibu, yang tentunya harus melalui pemeriksaan secara langsung dan teliti.

    Obat herbal banyak sekali beredar, dan apabila Ibu ingin memberikannya pada anak Ibu, perlu dipertimbangkan baik-baik. Memang timun laut diteliti untuk berbagai pengobatan, yang populer adalah untuk menyembuhkan dan mencegah kanker. Walaupun begitu, masih diperlukan penelitian yang lebih lanjut. Jika Ibu ingin menggunakannya, pastikan suplemen tersebut aman untuk anak-anak, terdaftar BPOM, memiliki kontak layanan konsumen yang dapat dihubungi, dan lebih baik lagi jika Ibu berkonsultasi pada dokter THT anak Ibu untuk menanyakan pendapat beliau mengenai hal ini. Dikhawatirkan ada obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan obat herbal yang ibu berikan. 

    Demikian tanggapan yang bisa diberikan. Semoga bermanfaat. 

    dr. Mega