Tanya Dokter

  • sering mimisan pada penderita thalasemia

  •  Intansari
    Anggota
    Selamat sore dok, saya memiliki riwayat thalasemia mayor yang biasanya tranfusi dari setiap 5-6bulan sekali, akan tetapi belakangan ini menjadi 2-3bulan sekali. Dan belakangan ini juga terjadi mimisan, tidak sering sekitar 3-5kali dalam setahun. Apakah ada faktor2 yang mempengaruhi hal tersebut ya dok?? Apakah pola makan dan olahraga yang baik untuk penderita thalasemia? Terimakasih dok

    Halo Intansari, terimakasih atas kesediaan Anda berbagi di Komunitas Alodokter

    Thalasemia adalah penyakit yang diturunkan secara genetik. Dasar patofisiologi dari penyakit ini adalah berkurangnya pembentukan rantai globin normal, baik rantai alfa ataupun beta, sehingga fungsi sel darah merah yang mengandung rantai globin tersebut tidak sempurna. Akibatnya terjadi pemecahan sel darah merah sebelum waktunya.

    Secara umum, thalasemia bisa dibedakan menjadi thalasemia mayor dan thalasemia minor. Adapun gejala yang kerap dialami oleh pengidap thalsemia adalah :

    • anemia - lemah, letih, lesu, pucat
    • perut tampak membesar akibat penambahan ukuran limpa (splenomegali) dan/atau hati (hepatomegali)
    • gangguan pertumbuhan tulang craniofacial sehingga memberi wajah khas pada pengidap thalesemia

    Keluhan perdarahan juga bisa dialami oleh penderita thalasemia, misalnya mimisan, memar di tubuh, dan sebagainya. Kondisi ini diduga disebabkan oleh pembesaran limpa dan jumlah trombosit (keping darah) yang juga berkurang.  Oleh karena itu, penderita thalasemia, terutama thalasemia mayor, dianjurkan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter. Pemeriksaan ini juga bisa memantau kebutuhan tubuh terhadap transfusi. Perlu Anda ketahui, pengidap thalasemia beta mayor bahkan bisa memerlukan transfusi tiap tiga minggu guna memenuhi kebutuhan hemoglobin yang diperlukan tubuh. Transfusi dilakukan berdasar pertimbangan dokter setelah melakukan rangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang. Anda bisa bertanya langsung ke dokter penyakit dalam/anak yang menangani Anda karena dokter tersebut yang paling memahami kondisi kesehatan Anda.

    Terkait nutrisi yang diperlukan sebaiknya berdiskusi secara langsung dengan dokter spesialis gizi klinik, mengingat tiap individu memiliki pertimbangan asupan yang berbeda-beda. Terdapat beberapa anjuran umum, yaitu :

    • Bagi pengidap thalasemia yang tidak menjalani transfusi, dianjurkan mengonsumsi suplemen asam folat dan memilih asupan rendah zat besi (terutama daging merah), juga mengonsumsi teh hitam untuk mengurangi absorpsi besi dari makanan
    • Bagi pengidap thalasemia yang telah menjalani transfusi dan mendapat terapi kelasi, pembatasan terhadap makanan yang mengandung zat besi tidak terlalu berarti.
    • Suplementasi vitamin D dan kalsium diberikan jika terbukti ada defisiensi

    Silahkan baca tentang nutrisi dan diet bagi penderita thalasemia

    Semoga bermanfaat

    dr. Lili