Tanya Dokter

  • Penyebab keluar darah dan nyeri pada perut

  • dok, mama saya umur 52th, mulai tgl 20 okt-5nov mama saya mens lalu tgl8-9 keluar lgi darah mens serta terasa sakit perut(dilep) dan kemarin konsultasi kata dokternya ada miom dan kista lalu dokter menyarankan operasi pengangkatan rahim. tahun lalu juga mengalami pendarahan dan dibilang ada miom, sudah pernah dilakukan tindakan kiret ternyata tidak ada miom. apakah yang perlu dilakukan sekarang dok? apakah harus operasi? tolong dijawab dok, kami sekeluarga bingung harus bagaimana. Terimakasih

    Halo Yosephine Jeany, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Miom atau yang disebut juga dengan fibroid adalah pertumbuhan sel-sel yang sifatnya jinak dari sel otot rahim. Miom sering ditemukan pada wanita segala usia, dan sebagian besar tidak bergejala, sehingga sering ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan USG pada kondisi lain. Miom yang tidak bergejala tidak membutuhkan terapi khusus, namun bila miom menimbulkan gejala tertentu, dapat dilakukan beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan. Pilihan terapi ini didasarkan pada usia, keinginan hamil, terapi yang pernah diberikan sebelumnya, keparahan gejala, serta lokasi dan ukuran miom.

    Secara umum terapi untuk miom dapat dibagi menjadi 3:

    • Terapi dengan obat-obatan

    Terapi dengan obat-obatan biasanya diberikan pada pasien yang tidak menginginkan dilakukannya operasi atau masih memiliki keinginan untuk hamil. Terapi dengan obat sifatnya hanya sementara, dan gejala-gejala dapat kembali lagi setelah pemberian terapi. 

    Beberapa jenis obat yang dapat diberikan antara lain pil kontrasepsi hormonal (kombinasi ataupun progestin saja), progesteron kerja panjang, IUD (alat kontrasepsi dalam rahim) dengan hormonal, mifepristone, Selective Progesterone Receptor Modulator (SPRM), Selective estrogen receptor modulator (SERM), dan lain sebagainya.

    • Terapi radiologik

    Dapat dilakuan dengan beberapa cara:

    1. Uterine Fibroid Embolization (UFE), yang dilakukan dengan memblok aliran darah ke miom di rahim hingga miom akan mengalami kematian jaringan, mengecil, dan menghilang
    2. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Guided Focused Ultrasound, yaitu menggunakan lensa akustik untuk memfokuskan gelombang ultrasound pada jaringan yang hendak dihilangkan
    3. MRI-directed cryotherapy, yaitu membekukan miom dengan larutan tertentu hingga miom mengalami kematian jaringan, mengecil, dan menghilang
    • Terapi operasi

    Dapat dilakukan dengan beberapa cara:

    1. Myomectomy yaitu operasi yang hanya mengangkat miom saja
    2. Laparoscopic Myolysis, yaitu melakukan operasi kecil (laparoskopi) dan membakar pembuluh darah yang memperdarahi miom, hingga miom tidak mendapat aliran darah mengalami kematian jaringan, mengecil, dan menghilang
    3. Histerectomy, yaitu operasi pengangkatan rahim, biasanya dilakukan bila miom sangat besar, dicurigai terdapat keganasan (kanker), diperlukan pengangkatan ekstensif termasuk ovarium, atau terjadi perdarahan yang tidak dapat dihentikan dengan cara lainnya.

     

    Kista adalah kantung berisi cairan yang biasanya tumbuh di ovarium atau kandung telur. Kista ovarium adalah kasus yang sangat sering ditemukan. Seringkali kista ovarium tidak memberikan gejala apapun dan ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan ginekologi rutin.

    Terdapat 2 jenis kista ovarium:

    1. Kista fungsional yang terdiri dari kista folikular dan kista korpus luteum
    2. Kista non-fungsional yang terdiri dari kista dermoid, kistadenoma, dan endometrioma

     

    Sebagian besar kista yang ditemukan adalah kista fungsional. Sebagian besar kista ovarium tidak membutuhkan terapi. Pada wanita yang belum mengalami menopause, kista ovarium dapat menghilang sendiri dalam satu atau dua bulan tanpa terapi apapun. Pada wanita yang telah mengalami menopause, kista ovarium kemungkinan tidak akan hilang.

    Meskipun tidak memerlukan terapi khusus, dokter biasanya akan merekomendasikan dilakukannya USG setelah 6 hingga 8 minggu setelah ditemukannya kista. Bila kista tidak membesar atau mengecil bahkan menghilang, tidak diperlukan tindakan tertentu seperti operasi pengangkatan kista. USG akan dilakukan secara rutin hingga dokter yakin bahwa kista tidak tumbuh membesar. Beberapa dokter merekomendasikan untuk meminum pil KB untuk mencegah terbentuknya kista yang baru. 

    Pada wanita yang telah mengalami menopause, diperlukan pemeriksaan tambahan selain USG yaitu pemeriksaan CA 125 untuk memastikan bahwa kista yang terbentuk tidak berpotensi menjadi kanker. 

     

    Beberapa indikasi dilakukannya operasi untuk mengangkat kista ovarium:

    1. Kista menyebabkan nyeri yang terus menerus, berisiko untuk pecah, atau  berisiko untuk terpuntir
    2. Kista disebabkan oleh endometriosis dan mengganggu kesuburan
    3. Kista besar yaitu lebih dari 5-10 cm
    4. Kista dicurigai berpotensi menjadi kanker
    5. Beberapa kali USG yang menunjukkan kista tidak mengecil dan membaik
    6. Pasien meminta untuk operasi pengangkatan kista 

     

    Bila kista yang terbentuk di ovarium adalah kista non-fungsional, maka biasanya akan  direkomendasikan untuk dilakukannya operasi pengangkatan kista. 

     

    Bila memang dari pemeriksaan dokter kandungan ditemukan adanya miom dan kista ovarium bersama-sama, solusi untuk mengatasi keduanya memang melakukan operasi. Namun sebaiknya anda diskusikan dengan dokter kandungan ibu anda mengenai kondisi miom dan kista ovarium dimiliki ibu anda. Tanyakanlah mengenai besar miom yang dimiliki, indikasi dilakukannya operasi, dan apakah terapi lain bisa mengatasi kondisi tersebut. Demikian juga dengan kondisi kista ovariumnya. Cari tahu terlebih dahulu kista ovarium tipe apakah yang dimiliki ibu anda, besarnya kista, indikasi dilakukannya operasi, serta pilihan terapi yang memungkinkan selain operasi. Bila memang kedua kondisi tersebut menyebabkan gejala yang signifikan misalnya sering terjadi perdarahan hingga menyebabkan ibu anda mengalami kurang darah, sering menyebabkan nyeri perut terutama nyeri perut hebat, ada baiknya memang miom dan kista diterapi dengan terapi definitif yaitu dioperasi.

     

    Sekian informasi yang dapat saya berikan, semoga cukup menjawab

     

    dr. Irna Cecilia