Tanya Dokter

  • Benjolan keras di payudara, kanker payudara kah ?

  • Dokter, saya mau tanya. Di PD saya sebelah kiri, tepat dibelakaang puting ada benjolan keras, sudah lama. Cuman dikira itu emang kelenjar air susu. Tidak ada tandatanda kanker payudaya, seperti puting masuk, keluar cairan, PD sakit, dll. Semuanya normal. Bentuk PD juga proporsional. Tdk pernah merasakan sakit payudara, puting nya juga bagus,tidak tertarik ke dalam. Apakah yg seperti ini namanya kanker PD? Apa yg harus sy lakukan?

    Hai Eka, Benjolan yang timbul di payudara salah satunya dapat disebabkan oleh kanker payudara, yaitu pertumbuhan sel-sel abnormal pada jaringan payudara. Gejalanya adalah timbul benjolan payudara yang teraba keras, tidak dapat bergerak bila ditekan, dan dapat terasa nyeri maupun tidak. Pada fase selanjutnya dapat timbul gejala lain seperti perubahan bentuk payudara, puting tertarik ke dalam, kulit mengkerut seperti kulit jeruk, dan sebagainya. Namun demikian, benjolan yang timbul di payudara tidak selalu disebabkan oleh kanker. Bahkan faktanya 80% benjolan payudara bukanlah merupakan suatu keganasan. Benjolan payudara dapat pula timbul akibat kondisi medis lainnya seperti:

    • Fibroadenoma: yaitu benjolan yang timbul akibat kelebihan pembentukan kelenjar penghasil susu. Benjolan teraba bulat, kenyal, jika ditekan dapat bergeser, dan umumnya tidak nyeri.
    • Perubahan fibrokistik: perubahan payudara akibat perubahan hormonal selama siklus menstruasi. Benjolan teraba lunak atau keras, dapat membesar atau mengeras menjelang menstruasi, dan disertai dengan rasa nyeri.
    • Kista sederhana: merupakan kantong berisi cairan yang terbentuk akibat perubahan hormonal. Pada sebagian kasus kista dapat hilang dengan sendirinya, namun pada sebagian kasus lainnya kista dapat membesar hingga terasa menyakitkan
    • Lemak nekrosis traumatik: benjolan yang timbul akibat trauma atau benturan pada payudara. Benjolan teraba bulat, padat, dan tidak nyeri.
    • dan sebagainya
    Untuk dapat memastikan penyebab benjolan payudara yang Anda alami tentunya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, baik melalui pemeriksaan fisik (dengan pengamatan langsung dan perabaan) maupun tes penunjang jika diperlukan (seperti USG, mammogram, biopsi dan sebagainya). Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter ahli bedah agar penyebabnya dapat ditelusuri dan diberikan penanganan yang tepat. Berikut ini anjuran yang dapat Anda lakukan:
    • Lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara berkala untuk menilai setiap perubahan struktur dalam payudara
    • Hindari memencet atau mengurut benjolan
    • Bila timbul rasa nyeri dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen
    • Meminimalisir stres dan istirahat cukup
    Informasi berikut ini dapat berguna: Waspadai benjolan pada payudara Benjolan dan tumor payudara belum tentu kanker Demikian semoga bermanfaat. dr. Muliani Sukiman