Tanya Dokter

  • Muntah secara berlebihan dan perut teraba keras

  • Pagi dokter...dok orang tua saya umur 67 tahun mempunyai riwayat gastritis kronis, sudah 1 bulan ini muntah2 trus dan perutnya teraba keras, kmren sudah sempat opname selama 1 minggu dan keluhannya berkurang dan hasil usg abdomen normal, mulai kmren gejala itu muncul lagi. Mohon untuk penjelasan dan terapinya dok....terima kasih

    Halo,

    Keluhan muntah disertai perut mengeras (kembung) dapat disebabkan beberapa hal berikut :

    • ·         Refluks asam lambung dan gas lambung yang disebabkan oleh penyakit refluks gastroesophageal .
    • ·         Luka/tukak pada dinding lambung atau usus dua belas jari.
    • ·         Sindrom iritasi usus.
    • ·         Wasir. Tumpukan feses dalam usus besar, kadang membuat keluhan pencernaan juga muncul akibat terganggunya proses pencernaan secara keseluruhan.
    • ·         Efek samping dari kafein dalam teh dan kopi, dan efek samping dari beberapa obat nyeri seperti asam asetilsalisilat, ibuprofen,beberapa jenis antibiotik, obat anti radang, obat untuk meredakan sesak nafas,dan beberapa jenis obat lainnya.
    • ·         Komplikasi dari penurunan fungsi organ hepar/hati atau ginjal atau gejala komplikasi akibat penyakit metabolik yang tidak tertangani dengan baik.
    • ·         Depresi dan kecemasan.

     

     

    Cobalah beberapa tips berikut untuk mengatasi keluhan orang tua Anda di pagi hari :

    • Beri makanan dengan porsi kecil namun sering, jarak antar makan diusahakan kurang dari 3 jam. Orangtua Anda tidak harus makan makanan lengkap, tapi bisa berupa camilan.
    • Setelah makan dalam porsi yang agak banyak, usahakan untuk menunggu 2 sampai 3 jam sebelum tidur/membaringkan diri. Maka sebaiknya porsi makan malam lebih sedikit dari porsi makan pagi/siang. Pilihlah makanan yang ringan dan tidak berminyak.
    • Hindari makanan&minuman yang dirasakan mengganggu pencernaan setelah mengkonsumsinya, seperti coklat, teh, kopi, minuman beralkohol, makanan pedas, makanan/minuman asam dan bersoda, dll. Anda perlu memperhatikan reaksi pencernaan orang tua Anda setelah memakan/meminum sesuatu. Bila perlu catat dalam buku agar Beliau dapat menghindari makanan/minuman tersebut di lain waktu.
    • Waspadai tanda-tanda dehidrasi pada orang tua seperti haus berlebihan yang muncul tiba-tiba, warna air seni kuning pekat atau tidak buang air kecil selama lebih dari 3 jam, lemas dan mulut kering. Bila muntah dalam jumlah banyak dan lebih dari 3x, sebaiknya berikan orang tua Anda oralit. Buat oralit sesuai petunjuk dan berikan aturan minum yang tertera pada kemasan.
    • Jangan merokok.
    • Jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat di daerah perut dan pinggang.
    • Bila berat badan orang tua Anda berlebih, cobalah menurunkan berat badan secara perlahan namun tetap sehat.

       

       

      Pada orang dengan usia yang lanjut, sistem pencernaannya kadang memiliki masalah karena terjadi penurunan fungsi organ secara keseluruhan.

      Bila keluhan tidak membaik setelah menjalankan saran Kami di atas, sebaiknya bawalah orang tua Anda berkonsultasi langsung dengan Dokter. Dokter akan melakukan tanya jawab medis yang detail, pemeriksaan fisik yang menyeluruh terutama pemeriksaan saluran cerna. Bila diperlukan Dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang tambahan seperti pemeriksaan darah dan endoskopi (suatu prosedur khusus yang digunakan untuk melihat kondisi lambung secara akurat menggunakan alat berupa selang khusus berkamera). Penanganan akan didasarkan pada penyebab munculnya keluhan orang tua Anda.

       

      Dampingi orang tua Anda dalam menjalankan Pola Hidup Sehat dengan makan makanan Bergizi SeimbangBerolahraga secara teratur, mengkonsumsi air minum dalam jumlah yang cukup, dan mengelola stress dengan bijaksana.

      Pola hidup sehat akan membuat metabolisme pencernaan berjalan dengan lebih baik dan mengurangi keluhan nyeri lambung.

      Lebih lengkap mengenai Masalah Pencernaan, dapat Anda baca dalam artikel Alodokter dengan klik di sini.

      Demikian info yang dapat Kami bagikan, semoga membantu Anda.

      Salam sehat, dr Caecilia.