Tanya Dokter

  • pengobatan pada penderita myasthenia gravis dan guillain barre syndrome

  • Dok saya mau nanya Jadi saya sejak tujuh tahun yang lalu didiagnosa guillain barre syndrome. Tapi sudah berkali kali kambuh. Saya kecelakaan penyakit itu kambuh. Stres dan kecapekan juga jadi kambuh Lalu ini sekarang saya kambuh lagi hanya karena terpeleset di rumah. Dokter mendiagnosa kali ini adalah myasthenia gravis Saya mau bertanya. Apa bisa penyakit syndrome guillain bare saya itu komplikasi dengan myasthenia gravis atau kali ini syndrome guillain barre ini ternyata baru ketahuan adalah myasthenia gravis karena gejala mereka hampir mirip atau bagaimana dok. Terima kasih

    Halo,   Guillain barre sindrom adalah sebuah penyakit autoimun yang cukup jarang terjadi (sekitar 1-2 kasus per 100.000 orang) , penyakit ini terjadi akibat adanya sistem imun tubuh yang salah mengira tubuh Anda sebagai benda asing dna akhirnya menyerang sistem tubuh yang sehat dan normal sehingga memberikan gejala :

    1. Kesemutan yang dimulai dari ujung jari (kaki atau tangan) dan menjalar dengan cepat.
    2. Kesemutan bisa mempengaruhi seluruh tubuh (mata, sistem pernafasan, jantung dan usus) dan bersifat darurat medis karena bisa menyebabkan kematian (terutama untuk lansia).
    3. Kesemutan mempengaruhi kedua sisi tubuh.
    4. Sering tersedak air liur.
    5. Sulit bicara
    6. dll.
    Kondisi ini bisa sembuh secara total namun biasanya akan membutuhkan waktu untuk bisa pulih total dan membutuhkan terapi baik fisioterapi, terapi wicara dll untuk mengembalikan fungsi semula. Kondisi ini sering disalah artikam dengan stroke atau penyakit neuropati pada saraf namun kekhasan dari kondisi ini adalah kesemutan yang menjalar. Pada stroke dan neuropati kesemutan umumnya bersifat menetap pada lokasi tertentu dan tidak menjalar. Pada stroke kesemutan bisa dibarengi dengan kelemahan pad asalah satu sisi tubuh saja. Penanganan kondisi ini umumnya membutuhkan rawat inap di RS dan memerlukan terapi seperti plasmapheresis (membersihkan plasma darah) dan atau imunoglobulin intravena. Sementara Miastenia gravis adalah sebuah kondisi penyakit autoimun kronis dimana terjadi hubungan antara saraf dan otot yang terputus sehingga menyebabkan kelemahan otot di bagian yang dipersarafi tersebut. Otot yang sering dipengaruhi adalah otot wajah, otot mata, bahu pinggul, dan kaki. Gejala dari miastenia gravis ini tidak sama dengan guillain barre. Miastenia gravis memiliki gejala seperti :
    1. Kelemahan otot. Bisa terjadi dalam bentuk, kelopak mata yang turun kebawah, kondisi membaik jika Anda baru terbangun dan akan memburuk seiring dengan kegiatan atau aktivitas Anda dan kembali membaik saat Anda berisitrahat.
    2. Tidak disertai kesemutan.
    3. Ekspresi wajah terbatas, sulittersenyum karena kelemahan salah satu otot wajah atau keduanya.
    4. Sulit menelan.
    5. Suara sengau.
    6. Melemahnya otot kaki, tangan dll.
    Kondisi ini umumnya serng disalahartikan dengan penyakit kelemahan otot lain seperti multiple sclerosis, hipertiroidisme, dll. Untuk mendiagnosa Miastenia gravis dokter bisa melakukan tes medis seperti EMG, tes darah, pemeriksaan saraf dan tes edrofonium. Kondisi ini bisa ditangani dengan pemberian obat seperti steroid, imunosupresan dna penghambat kolinesterase. Terapi lain seperti plasmaferesis dan terapi imunoglobulin juga bisa membantu namun hanya untuk jangka pendek saja. Kedua penyakit diatas merupakan penyakit autoimun yang tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikontrol. Kelola stress, batasi dan kenali batasan aktivitas fisik Anda, hindari hal hal yang bisa memicu infeksi, hidup sehat, cukup istirahat, hindari perubahan cuaca secara mendadak atau suhu yang terlalu ekstrem. Semoga memperjelas.   dr. Yusi