Tanya Dokter

  • Penyebab napas bayi berbunyi setelah minum susu

  •  moms khair
    Anggota
    assalamualaikum dok,, sya mau tnya, anak saya skrg berumur 2 bln 3 minggu,,beberapa hari ini setiap selesai minum sufor anak sya nafas selalu berbunyi,terdengar seperti hidung tersumbat,tp alhamdulillah anak saya tdk rewel, kalo tdrpun napasnya biasa saja,hnya sesekali terdengar seperti hidung tersumbat,apa penyebabnya ya dok? bahayakah?

    Hai moms,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Perlu diperjelas, bunyi napas seperti apa yang Anda maksud? Apakah seperti mengorok (grok-grok)? Sejak kapan Anda memberi anak Anda susu formula? Mengapa tidak disusui ASI (air susu ibu)?

    Bunyi napas grok-grok pada bayi dapat menandakan penumpukan lendir di saluran napasnya. Selama tidak disertai sesak, napas cepat, gangguan tidur, atau bayi yang tampak rewel, umumnya kondisi ini tidaklah berbahaya. Penyebabnya bisa karena:

    • Alergi, misalnya akibat dingin, asap, tungau debu, bulu hewan, serbuk bunga, makanan atau minuman tertentu (termasuk juga susu formula yang tidak tepat)
    • Polip hidung (tumor jinak di rongga hidung)
    • Kanker (tumor ganas) rongga hidung
    • GERD (refluks asam lambung ke esofagus)
    • Infeksi saluran napas karena virus atau bakteri, misalnya tonsilofaringitis, bronkhitis, bronkhiolitis, dan sebagainya

    Pada kondisi yang ringan, keluhan ini akan membaik dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia bayi karena daya tahan tubuhnya juga yang semakin membaik. Namun, apabila keluhan terasa sangat mengganggu, disertai tanda bahaya sebagaimana disebutkan di atas, atau tidak membaik setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan, sebaiknya Anda tetap memeriksakan langsung anak Anda ke dokter spesialis anak untuk diperiksa lebih lanjut, misalnya dengan tes laboratorium atau endoskopi.

    Sebagai langkah awal, sebaiknya:

    • Sebisa mungkin, lakukan relaktasi (kembali menyusui bayi ASI)
    • Hindari pemberian susu formula atau ASI perah menggunakan dot, terlebih sambil berbaring. Anda bisa gunakan sendok atau cup feeder sebagai alternatif, dan susui bayi sambil ditinggikan kepalanya atau sambil duduk.
    • Sendawakan bayi sehabis menyusu
    • Hindarkan bayi dari paparan alergen (seperti yang disebutkan di atas)
    • Jauhkan bayi dari orang dewasa yang sakit menular

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah