Tanya Dokter

  • Hasil pemeriksaan gula darah

  •  andi212
    Anggota

    Mohon yg jawab Jangan dr.Jati satrio,karena penjelasanya kurang bagus..sebaiknya  mohon dokter lain yg menjawab

    dok tahun lalu, di penang saya Medical cek up Hasilnya semua NORMAL..kemudian cek darah lagi yakni ,cek glukosa,hasilnya fasting blood glucose= 4,6 HBA 1c=5,4 ...kemudian dibulan april 2017 saya cek gula darah SEWAKTU di Prodia hasilnya =86 dan yg terakhir,2 hari yg lalu saya cek lagi gula darah SEWAKTU hasilnya =89 di prodia

    dengan kesimpulan itu apa saya dikatakan tidak terkena diabetes dok???

    soalnya berat badan saya turun 15 kg dalam waktu 1 tahun tanpa diet/olahraga..sudah USG ,endoskopi/kolonoskopi dan cek darah hasilnya NORMAL>kecuali endoskopi ada Gastritis biasa. batuk juga jarang2,paling batuk kecil dok,tetapi makan obat langsung sembuh.

    Halo andi212, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Diabetes mellitus atau penyakit gula darah tinggi adalah suatu penyakit kronis dimana terjadi gangguan pada kemampuan sel-sel tubuh menggunakan glukosa yang masuk dari makanan atau gangguan produksi insulin sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat. Secara umum, diabetes mellitus dibedakan menjadi 2 yaitu, diabetes mellitus tipe 1 yang terjadi karena sistem imunitas tubuh merusak sel-sel di pankreas yang menghasilkan insulin, dan diabetes mellitus tipe 2 yang terjadi karena penurunan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin, sehingga insulin di dalam tubuh tidak dapat bekerja dengan baik.

     

    Diabetes dapat didiagnosis dengan hasil pemeriksaan darah sebagai berikut:

    1. Pemeriksaan HbA1C. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan standar untuk mendiagnosis diabetes. HbA1C menggambarkan kadar gula dalam darah selama 2 hingga 3 bulan ke belakang. kadar HbA1C lebih dari 6.5% pada dua pemeriksaan terpisah menandakan adanya diabetes, kadar 5.7% hingga 6.4% menandakan prediabetes, dan kurang dari 5.7% adalah normal
    2. Pemeriksaan gula darah sewaktu. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan gula darah yang dilakukan tanpa puasa dan tanpa melihat waktu. Kadar gula darah lebih dari 200 mg/dL menandakan diabetes, sementara kurang dari 200 mg/dL adalah normal
    3. Pemeriksaan gula darah puasa. Kadar gula darah lebih dari 126 mg/dL pada dua pemeriksaan terpisah menandakan diabetes, kadar gula darah antara 100 dan 125 mg/dL menandakan prediabetes, dan kadar gula darah kurang dari 100 mg/dL menandakan kondisi normal
    4. Tes toleransi glukosa oral (TTGO). Pada tes ini, dilakukan pemeriksaan gula darah puasa, dilanjutkan dengan meminum cairan gula, dan gula darah diperiksa kembali 2 jam setelahnya. Kadar gula darah lebih dari 200 mg/dL menandakan diabetes, kadar gula darah antara 140 dan 199 mg/dL menandakan prediabetes, dan kadar gula darah kurang dari 140 mg/dL menandakan kondisi normal.

     

    Dari hasil pemeriksaan laboratorium gula darah anda, anda tidak memiliki penyakit diabetes. Penurunan berat badan memang dapat disebabkan oleh penyakit diabetes, namun perlu dipikirkan juga kemungkinan lain penyebab penurunan berat badan. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan lainnya:

    1. Penyakit organik, misalnya hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid), tuberkulosis, kanker, HIV, gangguan pencernaan (misalnya defisiensi enzim tertentu, penyakit celiac, penyakit crohn, dan lain-lain)
    2. Penyebab psikologis misalnya terdapat gangguan makan (anoreksia dan bulimia), depresi
    3. Faktor lain seperti penggunaan obat-obatan tertentu, olahraga berlebihan, stress berlebihan 

     

    Untuk mengetahui lebih jelas penyebab penurunan berat badan yang anda alami, ada baiknya anda memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu sebelum anda melakukan pemeriksaan laboratorium sendiri. Dokter dapat melakukan wawancara medis terlebih dahulu untuk mencari gejala-gejala yang dapat mengarah pada penyakit tertentu dan mengarahkan pemeriksaan ke gejala-gejala tersebut. Sementara itu, anda dapat mencoba untuk makan makanan bergizi dalam jumlah lebih banyak daripada yang biasa anda makan, melakukan olahraga secara rutin, mengurangi stress, serta menerapkan pola hidup yang sehat dengan menghindari rokok, alkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang.

     

    Sekian informasi dari saya, semoga menjawab

     

    dr. Irna Cecilia