Tanya Dokter

  • efek penggunaan nipple shield saat menyusui

  • assalamualaikum dokter saya mau bertanya,sejak bayi saya usia kurang lebih 1 bulan saya menyusui menggunakan nipple shield,karena puting lecet dan latchnya bayi kurang bagus sehingga menyebabkan sakit ketika menyusui,saya tetap menggunakan nipple shield sampai sekarang bayi saya usia 4.5 bulan yang saya tanyakan apakah ada efek sampingnya?apakah menyebabkan adanya kemungkinan bayi bingung puting (karena kalau saya copot bayi menjadi rewel saat menyusu)?apakah nantinya akan berdampak pada produksi asi saya sehingga bisa turun jumlah asi nya (karena saya juga pumping dan akhir2 ini hasil pumping saya sedikit)?apakah pemberian asip dengan media dot jg bisa memperparah keadaan (asi menjadi sedikit dan bayi bingung puting)?apa yang harus saya lakukan dok,agar saya bisa tetap asi eksklusif sampai bayi saya 2 tahun terimakasih jawabannya dok,mohon dijawab semua pertanyaan saya,jawaban anda sangat berguna bagi saya

    Hai Dwi,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Nyeri saat menyusui paling sering disebabkan oleh perlekatan yang kurang baik. Kondisi ini umumnya hanya terjadi pada masa-masa awal menyusui, yakni ketika bayi baru beradaptasi dengan kondisi puting ibu. Selama tidak ada penyulit lain, misalnya tongue tie, lip tie, bibir sumbing, dan sebagainya, bayi akan secara perlahan bisa menyusu dengan benar sehingga nyeri dan lecet pun akan jauh berkurang.

    Penggunaan nipple shield berguna untuk membantu para ibu agar tetap dapat menyusui meski puting sedang lecet. Nipple shield ini akan melapisi dengan baik puting dan areola sehingga membuat bayi tetap nyaman saat menyusui, namun ibu pun berkurang rasa sakitnya. Nipple shield semestinya tidak membuat bayi menjadi bingung puting.

    Bingung puting lebih sering diakibatkan oleh penggunaan media pemberian ASI perah (ASIP) yang tidak tepat, yakni dot. Saat menggunakan dot, bayi akan dengan mudah mendapatkan ASIP tanpa harus susah-susah menyedot karena ASIP akan keluar dengan sendirinya mengikuti arah gravitasi. Kondisi ini tentu berbeda dengan saat ia menyusu di payudara, dimana ia harus menyedot dulu untuk merangsang LDR (let down reflex). Karenanya, bayi yang sudah terbiasa menggunakan dot seringkali menjadi tidak sabar saat menyusu langsung, dan menjadi lebih rewel, dan semakin tidak mau menyusui.

    Selain dot, penggunaan empeng (pacifier) juga bisa turut memicu bayi mengalami bingung puting.

    Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan baik, maka bayi bisa semakn enggan menyusu langsung. Pada akhirnya, produksi ASI pun bisa berkurang karena jarang dikosongkan. 

    Karenanya, sebaiknya Anda hindari penggunaan empeng dan hindari juga pemberian dot dalam pemberian ASIP, ganti dengan sendok, pipet, atau cup feeder. Sembari bayi belajar, kembali kenalkan bayi dengan puting payudara Anda dengan menyusuinya secara teratur setiap 2 jam sekali. Hindari menunda menyusui bayi hingga membuat bayi terlalu lapar. Karena, saat terlalu lapar, bayi akan cenderung menyusu terburu-buru dan menjadi lebih rewel jika ASI tidak segera keluar.

    Tidak lupa, perbanyak ASI Anda dengan rajin memerah ASI, memperbanyak minum dan makan makanan bergizi, cukup istirahat, dan hindari stres.

    Jika Anda merasa kesulitan, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan konselor laktasi di fasilitas kesehatan terdekat ya..

    Semoga membantu.

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah