Tanya Dokter

  • tanda-tanda gangguan kejiwaan

  • halo dokter umur saya 20tahun normal tidak dok kalau saya meliht orang yang menangis krna ulah saya atau orang lain saya bkanny sedih malah saya ketawa seolah" itu hal yang lucu buat diketawain pdhal sbnernya gak kan dok tapi saya melihtny itu hal lucu gak ada rasa sedih sama skli stiap saya melihat orang yng nangis sya jdi bngung sma diri saya sndiri

    Hai Kheyci,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Reaksi seseorang dalam merespons kejadian di sekitarnya bisa berbeda-beda. Dan perbedaan ini tidak lantas mengindikasikan bahwa Anda mengalami gangguan kejiwaan.

    Tidak merasa sedih, bahkan cenderung senang dan tertawa, saat melihat kondisi orang lain yang menyedihkan bisa jadi menandakan bahwa Anda kurang memiliki empati. Empati sendiri diartikan sebagai proses kejiwaan seorang individu yang larut dalam perasaan orang lain, baik suka ataupun duka, sehingga seolah-olah merasakan atau mengalami apa yang dirasakan atau dialami oleh orang tersebut.

    Empati ini, selain ditentukan oleh kepribadian masing-masing orang, juga terbentuk dari interaksi antara Anda dengan lingkungan. Orang yang terbiasa menyendiri dan berkepribadian tertutup cenderung memiliki empati yang lebih rendah.

    Beberapa tips yang bisa Anda lakukan saat ini adalah:

    • Tenangkan pikiran Anda
    • Biasakan berpikir positif tentang diri Anda, maupun orang lain di sekitar Anda
    • Belajar terbuka dengan orang lain
    • Lebih sering bersosialisasi dengan teman, kerabat, dan lingkungan masyarakat di sekitar Anda
    • Sibukkan diri dengan bergabung di organisasi yang meningkatkan kualitas diri Anda
    • Bantu saat orang lain mengalami kesulitan
    • Percayalah, jika Anda mempermudah urusan orang lain, maka Tuhan pun akan mempermudah urusan Anda

    Apabila keluhan terus berlanjut, atau membuat Anda kesulitan dalam bergaul di lingkungan masyarakat Anda, maka sebaiknya Anda berkonsultasi langsung pada dokter spesialis kejiwaan (psikiater) untuk pemeriksaan lebih lanjut ya.. 

    Semoga membantu.

     

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah