Tanya Dokter

  • nyeri dada saat menarik napas

  • dok saya mau tnya saya itu dlu sering nyeri dada ketika mengambil nafas. tpi tidak berlngsung lama sktar 2 enit sudah hilang. trus waktu itu saya senam saat sya berenti senam dada saya berdebar debar.. susah bernafas dan khirnya saya pingsan disertai kejang". kira" apakah ada masalah dengan jantung sya dok ?

    Hallo Sarah Rasa nyeri dada selalu jadi momok bagi kita yang mengalaminya, bagaimana tidak karena sering kali nyeri dada ini selalu dikatikan dengan sakit jantung dan atau paru-paru. Padahal nyatanya banyak loh hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan rasa nyeri pada dada. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat membuat rasa sakit pada dada

    • Gangguan otot-otot dan tulang dada, biasanya akibat aktivitas fisik, olahraga, mengangkat benda-benda berat, ataupun bekerja dalam posisi yang tidak wajar (awkward position). Akibatnya ada bagian dari jaringan otot yang tertarik sehingga menimbulkan rasa sakit pada dada
    • Sakit maag yang tidak teratasi dengan baik
    • Gangguan pada paru-paru
    • Gangguan pada jantung
    • Faktor emosional dan psikologis
    • dan lainnya
    Jika adanya riwayat berdebar dan disertai adanya pingsan dan kejang, tentunya dicurgai adanya penyakit penyerta lainnya, sehingga perlu dilakukan pengkajian terhadap diri Anda untuk mengetahui apa sih penyebab pingsan dan kejang yang Anda alami, apakah karena epilepsi (ayan)?, karena asupan nutrisi kurang?, karena ketidak seimbangan elektrolit dalam tubuh? karena infeksi di otak? karena adanya gangguan pada otak(tumor, pendarahan,dsb)? dan kondisi lainnya. Adapun faktor pencetus gangguan nyeri pada dada yang disebutkan diatas umumnya tidak membuat pingsan dan kejang, sehingga harus lakukan pengkajian secara menyeluruh terhadap diri Anda. Jadi belum dapat dipatikan bahwa kondisi yang terjadi pada Sarah adalah akibat adanya masalah pada jantung atau tidak. Maka itulah Sarah disarankan untuk memeriksakan diri secara langsung ke dokter dengan itu akan dapat dilakuakan wawancara medis yang terarah, serta pemeriksaan kesehatan dasar, dan beberapa pemeriksa kesehatan lanjutna seperti pemeriksaan darah rutin, keseimbangan elektrolit, pemeriksaan EEG (elektroensefalografi), pemeriksaan CT-scan kepala, dan lainnya, mungkin saja diperlukan bergantung kondisi dari pemeriksaan dasar dan wawancara medis tersebut. Artikel terkait untuk disimak Demikian informasi yang dapat disampaikan dr. Arnold