Tanya Dokter

  • Nyeri dada disertai jantung berdetak cepat

  • Mau bertanya dok, ini saya umur 26 tahun, nyeri dada kiri, detak jantung saya cepat sekali hingga nyeri. Agar tidak nyeri, saya harus berdiri sambil tarik napas dalam dalam lalu minum air untuk Menenagkan detak jantung saya dan supaya tidak nyeri. Kepala saya juga sakit di sebelah kiri. Dan saya berkeringat juga. Nyerinya berkurang sekitar 2-5 mnt .Dari keluarga, ayah saya ada riwayat Jantung Koroner dan saudara kembar saya dulu pernah operasi pengakatan tiroidnya. Kadang nyerinya suka mendadak. Bagaimana ini dok ?

    Halo, terimakasih atas pertanyaan yang Anda sampaikan.

     

    Saya sangat memahami kekhawatiran Anda, tetapi saebagaimana Anda, saya percaya bahwa keluhan yang Anda sampaikan perlu ditelusuri lebih klanjut, terutama karena adanya riwayat-riwayat penyakit di keluarga Anda yang tampaknya sangat mungki nmemiliki hubungan dengan keluhan yang Anda sampaikan.

    Keluhan nyeri dada dengan detak jantung yang cepat seperti ini perlu diwaspadai.

    Saya kira Anda perlu mengunjungi dokter. Wawancara medik lebih lanjut untuk mengevaluasi keluhan Anda dan menggali lebih lanjut kualitas nyeri dada yang dialami sangat penting, demikian juga untuk menggali faktor-faktor resiko lainnya. Pemeriksaan fisik juga mungkin dapat memberikan temuan yang bisa mengerucutkan diagnosis

    Saya kira EKG (lebih baik dilakukan pada saat nyeri dada muncul) penting untuk dilakukan. Jika memang dianggap perlu pemeriksaan lain seperti foto rontgen dada, echocargiografi / USG janutng dan holeter monitoring mungki ndapat dilakukan sesuai indikasi medis.

    Hal paling penting dalam kasus Anda saat ini adalah memastikan apakah nyeri dada yang Anda alami ini kardiogenik / berasal dari suatu kelainan jantung atau non kardiogenik (bukan berasal dari kelainan jantung)

    Kunjungi dokter saya kira amat penting untuk kasus Anda. Konsultasi dengan dokter ahli penyakit dalam atau jantung-pembuluh darah mungkin diperlukan dalam kasus ini. 

    nyeri dada

    Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat

     

    dr. Lili