Tanya Dokter

  • Nyeri dada saat menarik napas

  • dok kenapa saat saya tarik nafas dada kiri sakit, meskipun sakitnya gak sebera sih dok. dan gak ada gejala lain

    Hai inayatulkhoiriyah,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Proses inspirasi (menghirup udara) terjadi saat otot dada berkontraksi dan otot diafragma berelaksasi untuk memperbesar volume rongga dada dan memperkecil tekanan di dalamnya. Hal ini bertujuan untuk menarik udara dari luar ke paru-paru. Sebaliknya, saat ekspirasi (menghembuskan udara), yang berkontraksi adalah otot diafragma dan otot dada akan berelaksasi untuk mengurangi volume rongga dada dan meningkatkan tekanan di dalamnya. Akibatnya, udara pun akan dihembuskan keluar. Karena kontraksi otot dada inilah, nyeri di dada kerapkali memberat saat Anda menarik napas.

    Beberapa kemungkinan penyebab nyeri dada kiri, terutama saat menarik napas, sebagaimana yang Anda alami adalah:

    • Mialgia (nyeri otot)
    • Pleuritis (radang selaput pembungkus paru)
    • Pneumonia (radang parenkim paru)
    • Gastritis (radang mukosa lambung)
    • GERD (refluks asam lambung ke esofagus)
    • Tukak lambung
    • Angina pektoris (serangan jantung)
    • Perikarditis (radang selaput pembungkus jantung)
    • Peritonitis (radang selaput pembungkus rongga perut)
    • Gangguan psikosomatis, dan sebagainya

    Jika nyeri yang terasa ringan saja, umumnya tidak ada kondisi berbahaya yang perlu Anda khawatirkan. Namun, apabila keluhan muncul sangat sering, sebaiknya Anda tetap memeriksakannya ke dokter guna pemeriksaan lebih lanjut, seperti laboratorium, rekam jantung, rontgen, atau USG ya..

    Sementara itu, Anda bisa jalani tips berikut untuk mengatasi keluhan Anda:

    • Kompres dada yang nyeri dengan air hangat
    • Rutin berolahraga 3-4x seminggu, misalnya renang, yoga, senam aerobik
    • Jangan merokok
    • Biasakan makan teratur, jangan terlambat
    • Jangan berlebihan mengkonsumsi makanan pedas dan berlemak
    • Senantiasa berpikir positif, jangan stres berlebihan
    • Tidur teratur 6-8 jam sehari

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah