Tanya Dokter

  • Nyeri haid pada rahim retro/terbalik

  •  megaaa
    Anggota
    Hallo dokter, saya wanita 25th status menikah dan mempunyai 1 anak dgn memiliki rahim retrofleksi. Sejak saya menstruasi pertama sampai saat ini saya selalu merasakan nyeri haid yg menimbulkan demam, mual dan muntah, pusing bahkan juga diare sampai2 saya tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya. Banyak artikel kesehatan dan beberapa dokter mengatakan bahwa wanita dgn rahim retro yg mengalami hal tsb akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Tapi kenapa hal tsb tidak juga hilang terhadap saya dok? Saya masih (minimal) mual, demam, pusing disetiap haid setelah 3th melahirkan. Dan jika saya terlahir dgn rahim retro ini apakah anak saya jg akan terlahir dan memiliki rahim retro seperti saya dokter? Terima kasih atas waktu dan kesempatannya.

    Mega yang baik,

    sebanyak 25 persen (bergantung pada sumber) wanita memiliki rahim yang berposisi terbalik atau retrofleksi. Sebetulnya kondisi ini dahulu memang sering diasosiasikan dengan nyeri saat haid atau yang secara medis dikenal dengan istilah dismenore. Namun demikian, penelitian yang ada belum dapat memastikan bahwa rahim yang retrofleksi pasti akan menimbulkan nyeri. Adapun posisi rahim yang terbalik ini adalah variasi normal dari posisi organ reproduksi wanita dan tidak perlu dikoreksi kecuali terdapat endometriosis atau adanya jaringan rahim di luar struktur rahim itu sendiri. Endometriosis sendiri menempati tempat pertama sebagai penyebab dismenore sekunder dan biasanya membutuhkan penanganan lanjutan. Penting juga untuk mengetahui adanya kemungkinan lain penyebab nyeri haid yakni radang panggul, dan penyempitan leher rahim.

    Nyeri untuk sementara bisa dikurangi dengan penahan nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol atau ibuprofen tentunya dengan memperhatikan petunjuk pemakaian yang ada. Namun demikian jika kondisi tak kunjung membaik kami menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter. Berikut kami lampirkan artikel mengenai nyeri haid. Semoga bermanfaat.

     

    dr. N. K. Arief