Tanya Dokter

  • Nyeri Otot pada paha dan betis selama 7 bulan

  • Dok, Saya Menderita Nyeri Otot pada paha dan betis selama 7 bulan, saya sudah cek asam urat di apotek 4,3 kata orang apoteknya masih normal, udah minum obat nyeri otot berbagai merek, di urut tetap aja nyeri, Seingat saya, pertama nyerinya itu setelah saya melakukan hubungan intim dengan pasangan saya, dan saya dulu kerja mengangkat yg berat2, Mohon info nya dok, obat apa yg tepat supaya nyerinya bisa dusembuhkan Terimakasih

    Hai, Nyeri otot / pegal-pegal biasanya hanya berlangsung singkat (< 2 minggu) dan disebabkan oleh gejala-gejala awal infeksi virus (seperti batuk pilek atau gangguan ringan lainnya) atau olahraga berlebihan. Namun pada nyeri otot yang berlangsung lebih dari 3 bulan, kemungkinannya lebih berat, seperti:

    • Robekan otot / ligamen / tendon (seperti yang dialami atlet)
    • Cedera karena tarikan otot berulang, biasanya pada mereka yang terus melatih fisik seperti tentara atau atlet
    • Klaudikasio - yaitu gangguan pembuluh darah kaki akibat penyempitan (mirip seperti serangan jantung, namun yang terserang adalah otot paha/betis)
    • Penyakit autoimun (yaitu daya tahan tubuh secara keliru menyerang tubuh kita sendiri)
    • Gangguan kelenjar gondok/tiroid karena hipotiroid
    • Sindroma nyeri miofasial - yaitu peradangan kronis pada otot/selaput pembungkus otot
    • Dan berbagai kondisi otot lainnya
    Anda sebaiknya berkonsultasi pada Dokter / Spesialis Saraf (Sp. S) untuk dilakukan penggalian riwayat terarah dan pemeriksaan fisik secara langsung. Anda juga mungkin memerlukan pemeriksaan khusus tambahan seperti MRI. Masing-masing penanganan akan berbeda-beda tergantung penyebabnya. Setelah penyebabnya diketahui, barulah penanganan yang tepat dapat diberikan. Untuk sementara waktu, Anda dapat mencoba untuk:
    • Menghindari aktivitas fisik berat
    • Mengurangi rokok
    • Menjaga berat badan yang ideal
    • Mengonsumsi cukup buah dan sayuran
    • Istirahat secara cukup setiap harinya dan kelola stress dengan baik
    Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma