Tanya Dokter

  • Pengaruh tekanan darah tinggi terhadap promil dan kadar kolesterol tubuh

  • Hello dok...saya berusia 31thn.Saya mempunyai darah tinggi yg ga turun turun.sekarang tensi darah saya 200/140.bahkan dokter yg periksa saya sampe kaget.saya disuruh lab...hasil nya saya punya kolestrol tinggi,yg katanya pengaruh nya kedarah tinggi dn jantung mekar.apakah kolestrol turun,darah tinggi ikut turun.apakah orang darah tinggi tidak boleh hamil,sedangkn saya kepengen hamil lg.saya punya darah tinggi sudah 6thn dok..tolong kasih saya solusinya dok .trmksh....

    Halo, Kolesterol tinggi dalam darah berhubungan dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), dimana penumpukan koleseterol dapat menyebabtkan penyempitan serta kakunya dinding pembuluh darah dan hal ini dapat membuat tekanan darah tinggi. Ketika terjadi hipertensi, jantung akan memompa darah dengan lebih keras sehingga menyebabkan pembesaran jantung. Apabila pembuluh darah mengecil (karena penumpukan kolesterol), maka bisa berbahaya karena dapat menyebabkan stroke atau penyakit jantung. Untuk menurunkan hipertensi, dokter akan memberikan resep obat yang harus diminum secara rutin untuk menurunkan hipertensi. Sebenarnya, sangat berbahaya untuk seorang penderita hipertensi untuk merencanakan kehamilan. Hal ini karena kehamilan yang disertai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan kehamilan yang harus dijaga dengan lebih baik. Anda harus sering melakukan kontrol, baik ke dokter kandungan ataupun ke dokter spesialis penyakit dalam untuk menjaga agar tekanan darah tetap pada batasan normal dan tidak mengganggu kesehatan janin. Apabila tidak dijaga dengan baik, maka bisa terjadi preeklamsia dengan tanda ada kebocoran protein dalam urin. Jika preeklamsia tidak ditangani, akan berlanjut menjadi eklamsia dan kejang yang bisa membahayakan ibu dan janin. Hal yang paling disarankan untuk menjaga tekanan darah tinggi adalah dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, seperti:

    • Konsumsi makanan sehat dan begizi (perbanyak makan buah dan sayur)
    • Hindari konsumsi garam secara berlebihan (cukup satu sendok teh per hari)
    • Konsumsi obat-obatan secara rutin sesuai anjuran dokter
    • Aktif berolahraga dengan rutin
    • Istirahat yang cukup
    • Perbanyak konsumsi minum air putih
    • Hindari kafein seperti kopi, teh, soda
    • Melakukan terapi relakasi atau yoga untuk menurunkan tingkat stres
    • Hindari merokok dan minum alkohol
    Semoga membantu, dr. Theresia

    Terimakasih dok..atas info nya...ini sangat bermanfaat sekali buat saya.