Tanya Dokter

  • Mengatasi dehidrasi pada anak yang diare

  •  May safitri
    Anggota
    Dok, saya punya anak usianya 25 bulan, anak saya terkena diare sudah 3 hari, intensitas diare biasanya 3 kali sehari dan paling sering 5 kali sehari. Tadi saya bawa anak saya menemui dokter, dokter menyarankan untuk memberi anak saya air larutan oralit, selain memberi l-bio dan zinc, karena anak saya sudah menunjukan tanda dehidrasi, tapi anak saya tidak mau meminum oralit walaupun itu yg rasa jeruk. Pertanyaan saya, apakah anak saya boleh diberi air isotonik yg dijual dipasaran seperti pocari sweat misalnya?

    Halo, May. Prinsip menangani diarepada anak adalah:

     

    • Rehidrasi: mengganti cairan yang hilang, dapat melalui mulut (minum) maupun melalui infus (pada kasus dehidrasi berat).
    • Pastikan porsi makanan yang diberikan memenuhi kebutuhan minimal si kecil,  jangan membiarkan anak tidak makan dan minum, teruskan memberi ASI dan lanjutkan makanan seperti yang diberikan sebelum sakit.
    • Pemberian obat diare anak seminimal mungkin. Sebagian besar diare pada anak akan sembuh tanpa pemberian obat diare anak atau antidiare dan antibiotik. Bahkan pemberian antibiotik justru dapat menyebabkan diare kronik.
    • Mengatasi dimulai di rumah.
      Bila anak atau balita menderita diare dan belum menderita dehidrasi, segera berikan minum minimal sebanyak 10 mililiter per kilogram berat badan anak. Hal itu dilakukan setiap kali anak mencret agar cairan tubuh yang hilang bersama feses dapat diganti untuk mencegah dehidrasi yang bisa berujung pada kematian.

     

    Mencegah dehidrasi dengan cara memberikan cukup cairan harus diperhatikan. Minuman terbaik yang dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang adalah cairan rehidrasi oral (CRO). CRO merupakan cairan yang mengandung elektrolit yaitu natrium, kalium, dan klorida yang dapat mengganti kehilangan cairan saluran secara efektif. Selain itu minuman ini juga mengandung glukosa dalam jumlah yang tidak berlebihan sehingga osmolaritasnya relatif rendah. Contoh dari CRO adalah oralit.

    Pada dasarnya tidak ada larangan untuk meminum minuman penambah ion. Namun, perlu diperhatikan minuman istonik karena kandungan elektrolitnya tidak sesuai untuk diare. Saat diare tubuh kehilangan banyak ion-ion antara lain natrium, kalium, klorida, seng dan mineral lainnya, dan minuman isotonik belum mampu menggantikannya. Minuman isotonik lebih cocok diberikan saat keadaan tubuh sehat-sehat saja tetapi membutuhkan penggantian cairan, seperti sehabis berolahraga atau berkeringat. Didalam oralit terdapat kandungan mineral yang berguna untuk mencegah masalah-masalah lebih lanjut akibat diare. Oralit mengandung natrium 75 mEq/L, kalium 20 mEq/L, klorida 65 mEq/L serta beberapa kandungan lain seperti glukosa, sitrat, dan dengan osmolaritas yaitu kepekatan 245 mmol/L. Osmolaritas ini penting karena menentukan kemudahannya dalam diserap tubuh.

    Jika anak Anda susah untuk minum oralit yang sachet, Anda mungkin dapat membuatnya sendiri dengan cara sangat sederhana: 1) siapkan air hangat matang sebanyak 200 ml 2) siapkan gula pasir sebanyak satu sendok makan dan masukan ke gelas 3) siapkan garam sebanyak satu ujung sendok makan dan masukan ke gelas 4) aduk secara merata. Apabila cara ini juga tidak berhasil dan dehidrasi pada anak Anda bertambah sebaiknya dibawa lagi kedokter untuk pemberian cairan lewat infus agar tidak dehidrasi.

    Semoga Bermanfaat

    dr. Eni Yulvia S