Tanya Dokter

  • Obat diare untuk anak

  •  Maulidarf
    Anggota
    Pagi dokter Saya mau nanya, anak saya kan mulai tgl 23 sore sakit bapil, demam dan diare (saya minumk kan untuk demam sirup proris dan untuk bapil sirup vicks anak2, untuk diare saya diam kan. Sehari bisa 4-5x). Tgl 25 malam anak saya baru saya periksakan ke rs terdekat. Di sana dia dapatkan obat sesuai sakitnya. Untuk bapil dan demam ada perkembangan setelah minum obat 2x. Sedangkan diare besoknya masih keluar. Mulai pagi sampai siang sudah 3x. (Tgl 25 malam, minum lacto B 1x. Besok paginya lacto B 1x) karna siang dia masih BAB tetep ngluarin cairan mancur gt. Akhirnya dia saya kasih stock obat saya guanistrep suspensi obat sirup warna pink. Saya minumkan setelah BAB yg terakhir siang itu. Kenapa dari awal diare tidak saya minumkan obat itu?? Karna saya tidak berani kalo minum obatnya di campur dg obat sakit yg lain proris dan vicks. Setelah minum obat itu sampai sekarang anak saya belum BAB. Bagaimana menurut pendapat dokter, dg mengganti obat diare itu?? Saya beli obat guanistrep itu sudah lama karna dulu sempet diare jg. Tp tidak saya periksakan. Cuma saya belikan d apotik. Dan sama apotekernya saya di kasih sirup itu. Terimakasih

    Halo, terimakasih atas pertanyaan Anda.

    Diare adalah buang air besar (BAB) dengan konsistensi cair lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Pada anak-anak penyebab diare yang paling sering adalah virus, sehingga tidak memerlukan pemberian antibiotik. Diare pada anak hanya membutuhkan pengobatan suportif dan simtomatis (sesuai gejala) yang umumnya akan sembuh dalam waktu 5-7 hari atau di bawah 2 minggu.

    Penanganan suportif yang penting pada diare adalah pemberian oralit atau cairan yang adekuat. Mencegah dehidrasi akibat keluarnya cairan karena diare sangat penting. Dehidrasi yang berat akan sulit ditangani dan berpotensi menyebabkan kematian. Karena itulah pemberian oralit dan cairan yang adekuat harus diberikan pada setiap pasien diare.

    Obat yang Anda sebutkan merupakan merk obat dagang yang mengandung kaolin dan pektin. Fungsinya adalah menyerap toksin, membentuk lapisan pelindung pada dinding usus, dan menghilangkan hasil pertumbuhan bakteri yang bersifat racun. Sebaiknya penggunaan obat ini, terutama pada bayi dan anak-anak, melalui persetujuan dan pengawasan dokter. Pada bayi dan anak-anak, karena penyebab terseringnya adalah virus, pengobatan yang sering diberikan misalnya berupa zinc, probiotik, obat anti muntah apabila diperlukan, dan tentunya oralit.

    Jadi apabila gejala masih menetap, periksakan anak Anda ke dokter agar mendapat pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Pemeriksaan penunjang yang mungkin akan diperlukan misalnya tes darah, analisa kotoran (feses), tes urin, atau pemeriksaan lain sesuai indikasi. Perhatikan juga tanda dehidrasi seperti lemas, mata cowong, jarang buang air kecil, kaki tangan teraba dingin, bibir kering, kulit pucat dan mudah mengantuk, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

    Berikut anjuran yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu mengurangi gejala:

    • Berikan makanan dengan konsistensi lembut.
    • Hindari makanan yang terlalu berbumbu dan berminyak.
    • Berikan oralit sesuai petunjuk.
    • Berikan makanan dan minuman dalam porsi kecil namun sering.
    • Rajin mencuci tangan dengan sabun serta menjaga kebersihan makanan.

    Berikut artikel yang sesuai topik pertanyaan Anda di:

    • https://www.alodokter.com/pilihan-makanan-untuk-anak-diare-penting-diketahui-orangtua
    • https://www.alodokter.com/manfaat-suplemen-zinc-dalam-mengatasi-diare-pada-balita

    Demikian informasi yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat.