Tanya Dokter

  • obat sakit perut

  •  Puji Lestari
    Anggota

    Maaf dok.saya mau nya, kmarin pertmya saya demam tinggi, kpla pusing, mual terus, kmuadian gairah mkan berkurang, ditambah dengan sakit perut berhari2, saya priksa ktya g pp..dikasih obat paracetamol..biar g demm.dll tp perut sya blom juga sembuh, masih mencret, hingga buat aq lemas, penyakit apkah itu dok? Saya takut, krna sudahmnum obat dri apotik buat mcret g sembuh2.terima kasih...tlong kasih saran n kasih tau obatya jika ada

    Hai, Demam tinggi dan nyeri perut yang disertai mencret dapat disebabkan oleh berbagai hal, namun utamanya adalah infeksi. Berikut adalah kemungkinan-kemungkinannya:

    Anda sebaiknya berkonsultasi ke Dokter untuk penggalian riwayat dan pemeriksaan langsung. Anda mungkin akan memerlukan pemeriksaan tinja dan USG bila dirasa perlu. Apabila ditemukan semisal penyebabnya adalah bakteri, Anda mungkin akan diberikan antibiotik selain penurun panas dan anti-diare/mulas. Untuk sementara, Anda dapat mencoba untuk:
    • Minum cukup cairan (bukan hanya air putih), misalnya sup, jus buah dan oralit/penggantinya. Pada saat diare, tubuh Anda tidak hanya membuang air saja, namun elektrolit yang penting bagi tubuh juga ikut terbuang. Penggantian cairan yang hanya mengandung air dapat membuat Anda kekurangan elektrolit, menyebabkan Anda semakin lemas dan berpotensi menyebabkan keadaan berbahaya (baca juga: dehidrasi)
    • Makan makanan yang mudah dicerna, seperti sup bening + nasi, daging cincang halus, bubur, dan sebagainya. Setelah diare membaik, barulah secara bertahap konsistensi makanan beralih ke yang lebih keras menuju kebiasaan makan Anda sehari-hari
    • Hindari sementara makanan yang pedas, banyak serat, mengandung susu dan memicu gas. Makanan yang memicu gas misalnya ubi, kol, sayur putih, kacang-kacangan dan brokoli
    • Selalu ingat untuk mencuci tangan dengan sabun setelah BAB, sebelum makan dan sebelum menyiapkan makanan. Ini untuk mencegah penularan pada orang sekitar dan mencegah Anda terinfeksi kembali
    Sekian, semoga membantu. dr. Radius Kusuma