Tanya Dokter

  • Obat untuk thalasemia minor

  •  Riani Dian
    Anggota
    Dok.. anak saya 5 tahun 9 bln di diagnosa thalasemia minor, tanpa harus transfusi darah. Namun terkadang ketika dia deman maka dia akan agak kuning kulitnya. Saat ini hanya di beri vitamin rutin penambah hb seperti feroglobin atau ferris. Apakah ada obat lain dok..? Krn pd saat dia kuning saya jd bingung kasih obat apa. Thanks

    Hai ibu Riani, terimakasihtelah bertanya di alodokter.
    Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Gejala thalassemia yang dialami oleh setiap orang itu berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan tipe thalassemia yang diderita.  Beberapa contoh gejala thalassemia adalah berat badan yang rendah, sesak napas, mudah lelah, dan sakit kuning.
    Diagnosis ThalassemiaTes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosis thalassemia. Namun untuk mengetahui tipe thalassemia yang diderita, penderita harus melakukan tes DNA.
    Thalassemia kemungkinan dapat diobati dengan transfusi darah tali pusat dan transplantasi sumsum tulang. Namun kedua metode pengobatan ini tidak cocok untuk semua penderita thalassemia dan bisa menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi.
    Tipe dan tingkat keparahan thalassemia akan menentukan perawatan yang dapat dilakukan. Biasanya penderita thalassemia minor hanya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus, namun transfusi darah biasanya diperlukan untuk membantu mengatasi komplikasi thalassemia, usai melahirkan, atau setelah melakukan operasi.
    Sebagian besar penderita thalassemia beta intermedia tidak memerlukan transfusi darah. Sedangkan penderita beta thalassemia mayor umumnya memerlukan transfusi darah secara rutin (biasanya sebulan sekali atau kurang) untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh. Frekuensi akan ditentukan sesuai dengan kondisi thalassemia yang dialami pasien.
    Perawatan untuk mengatasi zat besi berlebih yang ada di dalam darah bisa dilakukan dengan terapi khelasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan organ tubuh secara meluas (misalnya ke hati, kelenjar hormon tubuh, atau jantung) akibat menumpuknya zat besi di dalam darah. Biasanya anak-anak yang telah menerima transfusi darah sekitar 10 kali memerlukan terapi khelasi. Frekuensi terapi khelasi akan dinilai secara rutin dan mungkin bisa berubah, namun biasanya perawatan ini berlangsung seumur hidup. Saat ini ada tiga agen khelasi atau obat yang digunakan dalam terapi khelasi, yaitu deferiprone, deferasirox, dandesferrioxamine.
    Untuk penanganan lanjut thalasemia,ibu diwajibkan untuk rutin berkonsultasi terhadap dokter spesialis anak. Demikian info yang dapat diberikan,semoga bermanfaat. 

    Hai ibu Riani, terimakasihtelah bertanya di alodokter.
    Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Gejala thalassemia yang dialami oleh setiap orang itu berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan tipe thalassemia yang diderita.  Beberapa contoh gejala thalassemia adalah berat badan yang rendah, sesak napas, mudah lelah, dan sakit kuning.
    Diagnosis ThalassemiaTes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosis thalassemia. Namun untuk mengetahui tipe thalassemia yang diderita, penderita harus melakukan tes DNA.
    Thalassemia kemungkinan dapat diobati dengan transfusi darah tali pusat dan transplantasi sumsum tulang. Namun kedua metode pengobatan ini tidak cocok untuk semua penderita thalassemia dan bisa menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi.
    Tipe dan tingkat keparahan thalassemia akan menentukan perawatan yang dapat dilakukan. Biasanya penderita thalassemia minor hanya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus, namun transfusi darah biasanya diperlukan untuk membantu mengatasi komplikasi thalassemia, usai melahirkan, atau setelah melakukan operasi.
    Sebagian besar penderita thalassemia beta intermedia tidak memerlukan transfusi darah. Sedangkan penderita beta thalassemia mayor umumnya memerlukan transfusi darah secara rutin (biasanya sebulan sekali atau kurang) untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh. Frekuensi akan ditentukan sesuai dengan kondisi thalassemia yang dialami pasien.
    Perawatan untuk mengatasi zat besi berlebih yang ada di dalam darah bisa dilakukan dengan terapi khelasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan organ tubuh secara meluas (misalnya ke hati, kelenjar hormon tubuh, atau jantung) akibat menumpuknya zat besi di dalam darah. Biasanya anak-anak yang telah menerima transfusi darah sekitar 10 kali memerlukan terapi khelasi. Frekuensi terapi khelasi akan dinilai secara rutin dan mungkin bisa berubah, namun biasanya perawatan ini berlangsung seumur hidup. Saat ini ada tiga agen khelasi atau obat yang digunakan dalam terapi khelasi, yaitu deferiprone, deferasirox, dandesferrioxamine.
    Untuk penanganan lanjut thalasemia,ibu diwajibkan untuk rutin berkonsultasi terhadap dokter spesialis anak. Demikian info yang dapat diberikan,semoga bermanfaat. 

    Hai ibu Riani, terimakasihtelah bertanya di alodokter.
    Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Gejala thalassemia yang dialami oleh setiap orang itu berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan tipe thalassemia yang diderita.  Beberapa contoh gejala thalassemia adalah berat badan yang rendah, sesak napas, mudah lelah, dan sakit kuning.
    Diagnosis ThalassemiaTes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosis thalassemia. Namun untuk mengetahui tipe thalassemia yang diderita, penderita harus melakukan tes DNA.
    Thalassemia kemungkinan dapat diobati dengan transfusi darah tali pusat dan transplantasi sumsum tulang. Namun kedua metode pengobatan ini tidak cocok untuk semua penderita thalassemia dan bisa menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi.
    Tipe dan tingkat keparahan thalassemia akan menentukan perawatan yang dapat dilakukan. Biasanya penderita thalassemia minor hanya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus, namun transfusi darah biasanya diperlukan untuk membantu mengatasi komplikasi thalassemia, usai melahirkan, atau setelah melakukan operasi.
    Sebagian besar penderita thalassemia beta intermedia tidak memerlukan transfusi darah. Sedangkan penderita beta thalassemia mayor umumnya memerlukan transfusi darah secara rutin (biasanya sebulan sekali atau kurang) untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh. Frekuensi akan ditentukan sesuai dengan kondisi thalassemia yang dialami pasien.
    Perawatan untuk mengatasi zat besi berlebih yang ada di dalam darah bisa dilakukan dengan terapi khelasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan organ tubuh secara meluas (misalnya ke hati, kelenjar hormon tubuh, atau jantung) akibat menumpuknya zat besi di dalam darah. Biasanya anak-anak yang telah menerima transfusi darah sekitar 10 kali memerlukan terapi khelasi. Frekuensi terapi khelasi akan dinilai secara rutin dan mungkin bisa berubah, namun biasanya perawatan ini berlangsung seumur hidup. Saat ini ada tiga agen khelasi atau obat yang digunakan dalam terapi khelasi, yaitu deferiprone, deferasirox, dandesferrioxamine.
    Untuk penanganan lanjut thalasemia,ibu diwajibkan untuk rutin berkonsultasi terhadap dokter spesialis anak. Demikian info yang dapat diberikan,semoga bermanfaat. 

    Hai ibu Riani, terimakasihtelah bertanya di alodokter.
    Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Gejala thalassemia yang dialami oleh setiap orang itu berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan tipe thalassemia yang diderita.  Beberapa contoh gejala thalassemia adalah berat badan yang rendah, sesak napas, mudah lelah, dan sakit kuning.
    Diagnosis ThalassemiaTes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosis thalassemia. Namun untuk mengetahui tipe thalassemia yang diderita, penderita harus melakukan tes DNA.
    Thalassemia kemungkinan dapat diobati dengan transfusi darah tali pusat dan transplantasi sumsum tulang. Namun kedua metode pengobatan ini tidak cocok untuk semua penderita thalassemia dan bisa menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi.
    Tipe dan tingkat keparahan thalassemia akan menentukan perawatan yang dapat dilakukan. Biasanya penderita thalassemia minor hanya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus, namun transfusi darah biasanya diperlukan untuk membantu mengatasi komplikasi thalassemia, usai melahirkan, atau setelah melakukan operasi.
    Sebagian besar penderita thalassemia beta intermedia tidak memerlukan transfusi darah. Sedangkan penderita beta thalassemia mayor umumnya memerlukan transfusi darah secara rutin (biasanya sebulan sekali atau kurang) untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh. Frekuensi akan ditentukan sesuai dengan kondisi thalassemia yang dialami pasien.
    Perawatan untuk mengatasi zat besi berlebih yang ada di dalam darah bisa dilakukan dengan terapi khelasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan organ tubuh secara meluas (misalnya ke hati, kelenjar hormon tubuh, atau jantung) akibat menumpuknya zat besi di dalam darah. Biasanya anak-anak yang telah menerima transfusi darah sekitar 10 kali memerlukan terapi khelasi. Frekuensi terapi khelasi akan dinilai secara rutin dan mungkin bisa berubah, namun biasanya perawatan ini berlangsung seumur hidup. Saat ini ada tiga agen khelasi atau obat yang digunakan dalam terapi khelasi, yaitu deferiprone, deferasirox, dandesferrioxamine.
    Untuk penanganan lanjut thalasemia,ibu diwajibkan untuk rutin berkonsultasi terhadap dokter spesialis anak. Demikian info yang dapat diberikan,semoga bermanfaat. 

    Hai ibu Riani, terimakasihtelah bertanya di alodokter.
    Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Gejala thalassemia yang dialami oleh setiap orang itu berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan tipe thalassemia yang diderita.  Beberapa contoh gejala thalassemia adalah berat badan yang rendah, sesak napas, mudah lelah, dan sakit kuning.
    Diagnosis ThalassemiaTes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosis thalassemia. Namun untuk mengetahui tipe thalassemia yang diderita, penderita harus melakukan tes DNA.
    Thalassemia kemungkinan dapat diobati dengan transfusi darah tali pusat dan transplantasi sumsum tulang. Namun kedua metode pengobatan ini tidak cocok untuk semua penderita thalassemia dan bisa menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi.
    Tipe dan tingkat keparahan thalassemia akan menentukan perawatan yang dapat dilakukan. Biasanya penderita thalassemia minor hanya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus, namun transfusi darah biasanya diperlukan untuk membantu mengatasi komplikasi thalassemia, usai melahirkan, atau setelah melakukan operasi.
    Sebagian besar penderita thalassemia beta intermedia tidak memerlukan transfusi darah. Sedangkan penderita beta thalassemia mayor umumnya memerlukan transfusi darah secara rutin (biasanya sebulan sekali atau kurang) untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh. Frekuensi akan ditentukan sesuai dengan kondisi thalassemia yang dialami pasien.
    Perawatan untuk mengatasi zat besi berlebih yang ada di dalam darah bisa dilakukan dengan terapi khelasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan organ tubuh secara meluas (misalnya ke hati, kelenjar hormon tubuh, atau jantung) akibat menumpuknya zat besi di dalam darah. Biasanya anak-anak yang telah menerima transfusi darah sekitar 10 kali memerlukan terapi khelasi. Frekuensi terapi khelasi akan dinilai secara rutin dan mungkin bisa berubah, namun biasanya perawatan ini berlangsung seumur hidup. Saat ini ada tiga agen khelasi atau obat yang digunakan dalam terapi khelasi, yaitu deferiprone, deferasirox, dandesferrioxamine.
    Untuk penanganan lanjut thalasemia,ibu diwajibkan untuk rutin berkonsultasi terhadap dokter spesialis anak. Demikian info yang dapat diberikan,semoga bermanfaat. 

    Hai ibu Riani, terimakasihtelah bertanya di alodokter.
    Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Gejala thalassemia yang dialami oleh setiap orang itu berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan tipe thalassemia yang diderita.  Beberapa contoh gejala thalassemia adalah berat badan yang rendah, sesak napas, mudah lelah, dan sakit kuning.
    Diagnosis ThalassemiaTes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosis thalassemia. Namun untuk mengetahui tipe thalassemia yang diderita, penderita harus melakukan tes DNA.
    Thalassemia kemungkinan dapat diobati dengan transfusi darah tali pusat dan transplantasi sumsum tulang. Namun kedua metode pengobatan ini tidak cocok untuk semua penderita thalassemia dan bisa menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi.
    Tipe dan tingkat keparahan thalassemia akan menentukan perawatan yang dapat dilakukan. Biasanya penderita thalassemia minor hanya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus, namun transfusi darah biasanya diperlukan untuk membantu mengatasi komplikasi thalassemia, usai melahirkan, atau setelah melakukan operasi.
    Sebagian besar penderita thalassemia beta intermedia tidak memerlukan transfusi darah. Sedangkan penderita beta thalassemia mayor umumnya memerlukan transfusi darah secara rutin (biasanya sebulan sekali atau kurang) untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh. Frekuensi akan ditentukan sesuai dengan kondisi thalassemia yang dialami pasien.
    Perawatan untuk mengatasi zat besi berlebih yang ada di dalam darah bisa dilakukan dengan terapi khelasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan organ tubuh secara meluas (misalnya ke hati, kelenjar hormon tubuh, atau jantung) akibat menumpuknya zat besi di dalam darah. Biasanya anak-anak yang telah menerima transfusi darah sekitar 10 kali memerlukan terapi khelasi. Frekuensi terapi khelasi akan dinilai secara rutin dan mungkin bisa berubah, namun biasanya perawatan ini berlangsung seumur hidup. Saat ini ada tiga agen khelasi atau obat yang digunakan dalam terapi khelasi, yaitu deferiprone, deferasirox, dandesferrioxamine.
    Untuk penanganan lanjut thalasemia,ibu diwajibkan untuk rutin berkonsultasi terhadap dokter spesialis anak. Demikian info yang dapat diberikan,semoga bermanfaat. 

    Hai ibu Riani, terimakasihtelah bertanya di alodokter.
    Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Gejala thalassemia yang dialami oleh setiap orang itu berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan tipe thalassemia yang diderita.  Beberapa contoh gejala thalassemia adalah berat badan yang rendah, sesak napas, mudah lelah, dan sakit kuning.
    Diagnosis ThalassemiaTes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosis thalassemia. Namun untuk mengetahui tipe thalassemia yang diderita, penderita harus melakukan tes DNA.
    Thalassemia kemungkinan dapat diobati dengan transfusi darah tali pusat dan transplantasi sumsum tulang. Namun kedua metode pengobatan ini tidak cocok untuk semua penderita thalassemia dan bisa menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi.
    Tipe dan tingkat keparahan thalassemia akan menentukan perawatan yang dapat dilakukan. Biasanya penderita thalassemia minor hanya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus, namun transfusi darah biasanya diperlukan untuk membantu mengatasi komplikasi thalassemia, usai melahirkan, atau setelah melakukan operasi.
    Sebagian besar penderita thalassemia beta intermedia tidak memerlukan transfusi darah. Sedangkan penderita beta thalassemia mayor umumnya memerlukan transfusi darah secara rutin (biasanya sebulan sekali atau kurang) untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh. Frekuensi akan ditentukan sesuai dengan kondisi thalassemia yang dialami pasien.
    Perawatan untuk mengatasi zat besi berlebih yang ada di dalam darah bisa dilakukan dengan terapi khelasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan organ tubuh secara meluas (misalnya ke hati, kelenjar hormon tubuh, atau jantung) akibat menumpuknya zat besi di dalam darah. Biasanya anak-anak yang telah menerima transfusi darah sekitar 10 kali memerlukan terapi khelasi. Frekuensi terapi khelasi akan dinilai secara rutin dan mungkin bisa berubah, namun biasanya perawatan ini berlangsung seumur hidup. Saat ini ada tiga agen khelasi atau obat yang digunakan dalam terapi khelasi, yaitu deferiprone, deferasirox, dandesferrioxamine.
    Untuk penanganan lanjut thalasemia,ibu diwajibkan untuk rutin berkonsultasi terhadap dokter spesialis anak. Demikian info yang dapat diberikan,semoga bermanfaat. 

    Hai ibu Riani, terimakasihtelah bertanya di alodokter.
    Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Gejala thalassemia yang dialami oleh setiap orang itu berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan tipe thalassemia yang diderita.  Beberapa contoh gejala thalassemia adalah berat badan yang rendah, sesak napas, mudah lelah, dan sakit kuning.
    Diagnosis ThalassemiaTes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosis thalassemia. Namun untuk mengetahui tipe thalassemia yang diderita, penderita harus melakukan tes DNA.
    Thalassemia kemungkinan dapat diobati dengan transfusi darah tali pusat dan transplantasi sumsum tulang. Namun kedua metode pengobatan ini tidak cocok untuk semua penderita thalassemia dan bisa menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi.
    Tipe dan tingkat keparahan thalassemia akan menentukan perawatan yang dapat dilakukan. Biasanya penderita thalassemia minor hanya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus, namun transfusi darah biasanya diperlukan untuk membantu mengatasi komplikasi thalassemia, usai melahirkan, atau setelah melakukan operasi.
    Sebagian besar penderita thalassemia beta intermedia tidak memerlukan transfusi darah. Sedangkan penderita beta thalassemia mayor umumnya memerlukan transfusi darah secara rutin (biasanya sebulan sekali atau kurang) untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh. Frekuensi akan ditentukan sesuai dengan kondisi thalassemia yang dialami pasien.
    Perawatan untuk mengatasi zat besi berlebih yang ada di dalam darah bisa dilakukan dengan terapi khelasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan organ tubuh secara meluas (misalnya ke hati, kelenjar hormon tubuh, atau jantung) akibat menumpuknya zat besi di dalam darah. Biasanya anak-anak yang telah menerima transfusi darah sekitar 10 kali memerlukan terapi khelasi. Frekuensi terapi khelasi akan dinilai secara rutin dan mungkin bisa berubah, namun biasanya perawatan ini berlangsung seumur hidup. Saat ini ada tiga agen khelasi atau obat yang digunakan dalam terapi khelasi, yaitu deferiprone, deferasirox, dandesferrioxamine.
    Untuk penanganan lanjut thalasemia,ibu diwajibkan untuk rutin berkonsultasi terhadap dokter spesialis anak. Demikian info yang dapat diberikan,semoga bermanfaat. 

    Hai ibu Riani, terimakasihtelah bertanya di alodokter.
    Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Gejala thalassemia yang dialami oleh setiap orang itu berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan tipe thalassemia yang diderita.  Beberapa contoh gejala thalassemia adalah berat badan yang rendah, sesak napas, mudah lelah, dan sakit kuning.
    Diagnosis ThalassemiaTes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosis thalassemia. Namun untuk mengetahui tipe thalassemia yang diderita, penderita harus melakukan tes DNA.
    Thalassemia kemungkinan dapat diobati dengan transfusi darah tali pusat dan transplantasi sumsum tulang. Namun kedua metode pengobatan ini tidak cocok untuk semua penderita thalassemia dan bisa menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi.
    Tipe dan tingkat keparahan thalassemia akan menentukan perawatan yang dapat dilakukan. Biasanya penderita thalassemia minor hanya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus, namun transfusi darah biasanya diperlukan untuk membantu mengatasi komplikasi thalassemia, usai melahirkan, atau setelah melakukan operasi.
    Sebagian besar penderita thalassemia beta intermedia tidak memerlukan transfusi darah. Sedangkan penderita beta thalassemia mayor umumnya memerlukan transfusi darah secara rutin (biasanya sebulan sekali atau kurang) untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh. Frekuensi akan ditentukan sesuai dengan kondisi thalassemia yang dialami pasien.
    Perawatan untuk mengatasi zat besi berlebih yang ada di dalam darah bisa dilakukan dengan terapi khelasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan organ tubuh secara meluas (misalnya ke hati, kelenjar hormon tubuh, atau jantung) akibat menumpuknya zat besi di dalam darah. Biasanya anak-anak yang telah menerima transfusi darah sekitar 10 kali memerlukan terapi khelasi. Frekuensi terapi khelasi akan dinilai secara rutin dan mungkin bisa berubah, namun biasanya perawatan ini berlangsung seumur hidup. Saat ini ada tiga agen khelasi atau obat yang digunakan dalam terapi khelasi, yaitu deferiprone, deferasirox, dandesferrioxamine.
    Untuk penanganan lanjut thalasemia,ibu diwajibkan untuk rutin berkonsultasi terhadap dokter spesialis anak. Demikian info yang dapat diberikan,semoga bermanfaat. 

    Hai ibu Riani, terimakasihtelah bertanya di alodokter.
    Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Gejala thalassemia yang dialami oleh setiap orang itu berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan tipe thalassemia yang diderita.  Beberapa contoh gejala thalassemia adalah berat badan yang rendah, sesak napas, mudah lelah, dan sakit kuning.
    Diagnosis ThalassemiaTes darah dapat dilakukan untuk mendiagnosis thalassemia. Namun untuk mengetahui tipe thalassemia yang diderita, penderita harus melakukan tes DNA.
    Thalassemia kemungkinan dapat diobati dengan transfusi darah tali pusat dan transplantasi sumsum tulang. Namun kedua metode pengobatan ini tidak cocok untuk semua penderita thalassemia dan bisa menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi.
    Tipe dan tingkat keparahan thalassemia akan menentukan perawatan yang dapat dilakukan. Biasanya penderita thalassemia minor hanya mengalami gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus, namun transfusi darah biasanya diperlukan untuk membantu mengatasi komplikasi thalassemia, usai melahirkan, atau setelah melakukan operasi.
    Sebagian besar penderita thalassemia beta intermedia tidak memerlukan transfusi darah. Sedangkan penderita beta thalassemia mayor umumnya memerlukan transfusi darah secara rutin (biasanya sebulan sekali atau kurang) untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh. Frekuensi akan ditentukan sesuai dengan kondisi thalassemia yang dialami pasien.
    Perawatan untuk mengatasi zat besi berlebih yang ada di dalam darah bisa dilakukan dengan terapi khelasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan organ tubuh secara meluas (misalnya ke hati, kelenjar hormon tubuh, atau jantung) akibat menumpuknya zat besi di dalam darah. Biasanya anak-anak yang telah menerima transfusi darah sekitar 10 kali memerlukan terapi khelasi. Frekuensi terapi khelasi akan dinilai secara rutin dan mungkin bisa berubah, namun biasanya perawatan ini berlangsung seumur hidup. Saat ini ada tiga agen khelasi atau obat yang digunakan dalam terapi khelasi, yaitu deferiprone, deferasirox, dandesferrioxamine.
    Untuk penanganan lanjut thalasemia,ibu diwajibkan untuk rutin berkonsultasi terhadap dokter spesialis anak. Demikian info yang dapat diberikan,semoga bermanfaat.