Tanya Dokter

  • Efek samping konsumsi obat xanax

  •  Hady Umar
    Anggota

    Dok, saya mau nanya nih, udh lama saya mengalami ganmgguan kecemasan, ke dokter udah kemana2 cm check up udh kemana2. Terakhir saya ke dokter neurology di singapore, saya dikasih obat xanax 0,25 mg 2x sehari u selama 2 minggu, di samping itu disuruh meditasi atau yoga. Berdasarkan hasil eeg dia bilang gangguan anxiety.. Ini saya udh makan obatnya 1mg, dan obat satunya lagi norgesic tidak saya makan.. Yg. Ingin saya tanyakan apa bener makan xanax itu bikin ngantuk terus, padahal malam udh tidur 10 jam , habis makan pagi lagi masih ngantuk, dan perut sedikit mulas( saya jg ada minum obat lacteol fort ,karena hampir sebulan kemarin bab saya cair)... Obat xanax sisa jatah seminggu harus dimakan tetap 2x sehari atau dikurangin intensitasnya menjadi sekali sehari ?? Sm obat norgesic apakah sejenis pain killer? Bole tidak dimakan bila saya merasa sesak nafas, karena kadangkala jika sedang terserang anxietynya susah nafas, paru serasa ga mau bekerja,jadi harus bernafas dari mulut ?

    Hady Umar  dr. Rico N
    Dokter

    Hai pak Hady, Xanax berisi alprazolam, merupakan obat golongan benzodiazepin yang biasanya digunakan untuk menangani berbagai masalah psikiatri seperti gangguan cemas dan insomnia / gangguan tidur. Efek lain disampin efek penenang, juga efek sedatif (membuat ngantuk), sehingga sangat wajar jika anda merasa mengantuk selama mengkonsumsi obat tersebut. Dosis standar untuk gangguan cemas adalah 0,5 mg sehari, sebaiknya anda tidak merubah dosis tanpa anjuran dokter. Norgesic berisi parasetamol dan orphenadrine, berguna sebagai antinyeri dan pelemas/ relaksan otot, umumnya diberikan untuk mengatasi nyeri akibat spasme/tegang otot ataupun nyeri kepala tipe tegang. Sesak nafas pada gangguan cemas disebut sebagai psychogenic dyspneu, kondisi tersebut muncul akibat gangguan cemas anda, dan bukan disebabkan karena adanya kelainan / gangguan organik pada organ tersebut sehingga boleh-boleh saja obat tetap dikonsumsi. Disamping hal-hal tersebut, perlu saya jelaskan bahwa gangguan cemas terjadi karena ada pencetusnya/ masalah yang melatarbelakanginya. Obat-obatan pada dasarnya hanya mengurangi dan membantu anda meredakan /mengontrol gejala tetapi tidak menghilangkan masalah yang mendasari kecemasan tersebut, yakni : ketidakmampuan anda untuk mengatasi masalah / problem / stressor tertentu yang akhirnya menimbulkan gangguan cemas tersebut. Saya sarankan agar anda juga berkonsultasi dengan psikiater/ahli kejiwaan untuk mendiskusikan mengenai psikoterapi sebagai kombinasi obat yang anda konsumsi untuk membantu anda dalam menghadapi masalah/ stressor mendasar, misalnya dengan melakukan CBT / Cognitive behavioral therapy / terapi perilaku kognitif. Karena pemberian dan konsumsi obat anti cemas memang bermanfaat, tetapi lebih penting lagi untuk berusaha menyelesaikan akar masalah / stresssor pencetus gangguan cemas anda. Tanpa itu, hanya akan membuat anda tergantung pada obat tersebut. Dan umumnya psikoterapi seperti CBT dapat membantu anda. berbagai penelitian juga menunjukkan CBT yang dikombinasikan dengan farmakoterapi (obat) memberikan hasil yang lebih baik pada kebanyakan pasien dibandingkan jika hanya menggunakan modalitas tunggal (hanya obat atau CBT saja). diskusi mengenai gangguan cemas / anxietas penyebab anxietas demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.