Tanya Dokter

  • Tentang operasi vaginoplasty

  •  Khansa Alifia
    Anggota

    <i style="margin: 0px; color: #737373; font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: normal;">dr saya mau tanya kalau misalnya kita operasi keperawanan atau vaginoplasty itu kan untuk mengecilkan vagina, tetapi apakah ketika kita sudah melakukan operasi itu saat kita melakukan hubungan seksual lagi akan keluar darah lagi seperti pertama kali melakukan hubungan seksual? apa tidak? apa bisa terjadi bisa tdk tergantung saat kita melakukan hubungan seksualnya seperti apa ? kasar atau tidak? tapi inti pertanyaan saya apa ada kemungkinan besar bisa berdarah lagi atau tidak saat sudah melakukan operasi dan saat melakukan hubungan seksuan lagi saat sesudah melakukan operasi</i>

    Hai Khansa, Perlu diketahui bahwa pada saat melakukan hubungan seksual pertama kalinya, terkadang terjadi sedikit perdarahan pada vagina yang merupakan pertanda robeknya selaput dara (hymen). Namun sebenarnya tanda ini tidak dapat dijadikan patokan keperawanan seseorang. Selaput dara dapat robek akibat aktivitas olahraga, cedera, masturbasi, dan penetrasi seksual. <span style="color: #000000; font-family: museosans300, sans-serif;">Pada anak-anak dan remaja, selaput dara yang robek dapat pulih dengan cepat. Sementara pada orang dewasa, kondisi dan bentuknya sangat bervariasi. Jika Kamu melakukan vaginoplasty, tindakan ini berupa </span><span style="color: #000000; font-family: museosans300, sans-serif;">operasi yang ditujukan untuk mengencangkan otot vagina pada wanita, bukan mengembalikan selaput dara/hymen.</span> Jadi tentunya setelah melakukan vaginoplasty kemudian melakukan penetrasi seksual, tidak akan keluar darah kecuali aktivitas tersebut dilakukan dengan kasar dan mengakibatkan perdarahan vagina (bukan robek selaput dara). Terdapat tindakan operasi lainnya yaitu hymenoplasty, yaitu merekonstruski hymen/selaput dara. Artikel berikut dapat menambah wawasan Kamu: Selaput Dara dan Keperawanan Vaginoplasty Demikian semoga bermanfaat. dr. Annes