Tanya Dokter

  • Tubuh gatal-gatal pasca operasi tumor otak

  •  Oka Hidyatama
    Anggota
    Sore dok. Orang tua saya sakit tumor otak, desember 2015 dilakukan operasi pengangakatan tumor, juni 2016 dilakukan kembali pengangkatan tumor dan pemasangan selang permanen di 2 sisi (kanan dan kiri), hanya saja operasi masih menyisakan tumor di batang otak. Pasca operasi kondisi orang tua saya tidak bs menggerakan bagian tubuh secara sempurna, hanya berbaring saja dikasur, dan juga berbicaranya jd tidak jelas. 2 bulan terakhir ini kondisi orang tua berangsur lbh baik, berbica sdh mulai jelas, makan yg tdnya pakai selang skrng sdh bs lewat mulut. Hanya saja seminggu belakangan ini orang tua saya mengalami gatel yg tdk tertahankan, sampai2 tdk bs istirahat, menurutnya gatelnya dr selang permanen yg terpasang, tp aneh nya sekujur tubuhnya jg mengalami gatel, mulai dari dada (pas bagian selang), punggung, paha. Dan menurutnya gatelnya tidak wajar. Orang tua saya jg ada luka dekubitus di bagian bokongnya, tp sudah berangsur membaik (luka yg tadinya lebar sudah makin mengecil). Beberapa yg mau saya tanyakan penyebab gatel nya itu karena apa ya dok? Apakah memang benar2 dr selang/ dr luka dekubitus/ dari kuman yg menempel di kulit? Dan solusinya seperti apa. Dan juga untuk tumornya apakah bisa berkembang kembali, bagaimana cara agar tumor itu tidak berkembang? Untuk selang permanen itu apakah ada masa pakainya, dan bagaimana mengetahui kondisi selang tersebut masih berfungsi dengan baik atau tidak? Terima kasih dok

    Hai,

    Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih telah memberikan pertanyaan di Alodokter.com. Saya dr. Radhianie Djan akan mencoba membantu menjawab pertanyaan anda

     

    Gatal merupakan keadaan yang sangat sering terjadi dan bukan merupakan suatu gejala spesifik dari sebuah penyakit karena gatal dapat disebabkan oleh banyak hal. Gatal dapat disebabkan oleh alergi biasa atau malah disebabkan oleh sesuatu yang serius dan membutuhkan penanganan yang khusus. Oleh sebab itu pemeriksaan dokter merupakan pilihan yang tepat untuk mendapatkan terapi yang tepat. Gatal dapat disebabkan oleh keadaan di bawah ini:

    ·        Dermatitis seboroik yaitu penyakit kulit yangmenjangkiti bagian tubuh yang berminyak. Pada umumnya muncul di punggung, dada, dan wajah

    ·        Dermatitis atopik yaitu merupakan peradangan pada permukaan kulit yang menimbulkan ruam  dan pada umumnya terasa gatal. Keluhan ini kebanyakan muncul pada kulit yang memiliki lipatan

    ·        Dermatitis kontak adalah ruam kulit yang timbul akibat kontak dengan unsur asing yang menyebabkan alergi seperti saun, kosmetik, pewangi, perhiasan, tanaman, dll

    ·        Ruam popok yang disebabkan oleh penggunaan popok yang terlalu lama atau alergi dengan bahan popok yang digunakan

    ·        Infeksi jamur

    ·        Sengatan atau gigitan dari serangga seperti nyamuk, semut, lalat, tawomn, dll

    ·        Impetigo yaitu penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus dan streptococcus pyogenes. Penyakit kulit ini sangat menular

    ·        Cacar air

    ·        Kurap

    ·        Scarlet fever yang disebabkan oleh streptococcus group A yang pada umumnya terjadi pada anak-anak

    ·        Alergi

    ·        Campak

    ·        Sarkoidosis yaitu pertumbuhan sel-sel kecil yang mengalami peradangan di berbagai bagian tubuh terutama mata, kulit, paru-paru dan limfa

     

    Pada sebagian besar kasus tumor otak jinak, prosedur operasi biasanya sudah cukup untuk menghilangkan tumor. Namun tumor yang tumbuh secara perlahan biasanya akan tumbuh kembali setelah pengobatan dan berpotensi berubah menjadi ganas (kanker). Tumor ganas akan cenderung menyebar dan tumbuh dengan cepat. Oleh Karena itu sangat lebih aman bagi orang tua anda yang merupakan penderita tumor otak untuk pastikan untuk tetap melakukan pemeriksaan secara rutin meski sudah selesai menjalani pengobatan..

     

    Tergantung besar dan posisi tumor, kadang tumor tersebut dapat menghambat saluran cairan otak. Ketika tersumbat cairan ini terus berproduksi tetapi tidak bisa mengalir keluar. Akibatnya, cairan ini akan menekan jaringan sekitarnya. Keadaan ini bila dibiarkan dapat mengancam nyawa, karena itulah dilakukan tindakan pemasangan selang atau disebut VP shunt untuk mengalirkan cairan tersebut ke bagian tubuh lain untuk kemudian diserap tubuh. Pemakaian VP shunt pada orang dewasa bisa bertahan lebih dari 8 tahun, tergantung jenis selang yang dipakai, dan respon penderita terhadap selang tersebut. Jika setelah pemasangan VP shunt terdapat keluhan, sebaiknya hal ini dikonsultasikan lagi kepada dokter bedah saraf yang melakukan tindakan operasi Anda.

     

    Sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk mengatasi keluhan anda.

     

    Salam,

     

    dr. Radhianie Djan, BMedSc