Tanya Dokter

  • Nyeri buang air kecil setelah melepas kateter

  •  Maya Toding
    Anggota

    Dok, saya menjalani SC tgl 10 juli. 1minggu stelahnya, saya d pasang kateter krn saya ngga bisa BAK. Stelah kateter d lepas, saya sdh BAK normal.tp lama klamaan, pedih terasa stiap BAK. habis BAK, saya seka lubang saluran kemih dgn tisu, terdapat darah. Sdh k dokter,tp blm ada perubahan. Saya hrs bagaimana? Sdh minun bnyk antibiotik. Tp tdk ada hasil. Trimakasih

    Hai, Perih saat BAK terutama sehabis pemasangan kateter memang paling sering disebabkan oleh infeksi saluran kemih dan pengobatan infeksi saluran kemih memerlukan antibiotik. Tidak adanya perbaikan bisa menandakan belum tercapainya kadar dosis puncak (misalnya antibiotik belum habis diminum, atau diminum tidak sesuai waktu anjuran), antibiotik yang tidak sesuai (tidak tepat, dosis kurang, kuman kebal) atau kemungkinan adanya diagnosa yang lain. Berikut adalah beberapa kemungkinan diagnosa lain:

    • Luka di saluran kemih pasca pemasangan kateter - yang diharapkan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 - 2 minggu
    • Penyempitan saluran kemih, biasanya akibat pemasangan kateter. Bisa hanya sementara (bengkak) atau menetap (terbentuk jaringan parut / scar)
    • Batu saluran kemih
    • Tumor saluran kemih, baik jinak maupun ganas
    Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter / Spesialis Urologi (Sp. U - urologi berarti bagian saluran kemih) atau Dokter Kandungan (Sp. OG) yang pernah menangani Anda untuk memastikan penyebab dan mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Anda mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan berupa pemeriksaan urin, pemeriksaan USG dan uretroskopi (peneropongan ke dalam saluran kemih) bila dirasa perlu. Berikut tips yang dapat Anda coba:
    • Minum cukup air setiap harinya, sekurangnya 8 gelas per hari
    • Hindari menahan BAK
    • Minum obat anti nyeri seperti parasetamol bila nyeri amat mengganggu
    • Perbanyak asupan buah dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan nutrisi guna menunjang penyembuhan jaringan
    Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma