Tanya Dokter

  • patah tulang pinggul akibat kecelakaan

  •  Jon waldinson
    Anggota
    Alo dokter, saya Jon, umur 31 tahun mengalami patah tulang pinggul akibat kecelakaan oktober 2016 yg lalu. Saat ini masih menjalami rehab anjuran dari dokternya karena berisiko klo di operasi. 1. Tulang velpis saya ketahuan fracture setelsh dilakukan MRE 4 bulan kemudian tepatnya feb 2017 2. Biasanya masa waktu rehab berapa lama? 3. Bagaimana cara terbaik agar tulang pinggulnya cepat menyambung, jika ada anjuran jenis makanan, tolong di jelaskan dok? 4. Jenis aktifitas apa saja yg dapat dilakukan agar tulang pinggul cepat pulih? 5. Bagaimana hubungan berat badan ideal dengan kesembuhan tulang pinggul yg fracture? 6. Apakah benar tindakan operasi lebih dominan faktor negatifnya? Demikian saya sampaikan terimkasih!

    Terima kasih telah bertanya di Alodokter.com. Saya dr.Luh Putu Previyanti Dharma Putri akan mencoba membantu Anda.

    Pada dasarnya, patah tulang pinggul dapat dibagi menjadi 2 tipe, yaitu patah tulang paha yang terletak di dalam soket sendi dan patah tulang paha yang berada di luar soket sendi. Ada beberapa penanganan yang dapat dijalani untuk kasus patah tulang pinggul, seperti :

    • Operasi
    • Rehabilitasu
    • Obat-obatan antibiotik dan antinyeri
    • dll

    Pada hampir sebagian besar kasus, operasi dianjurkan dilakukan sesegera mungkin. Penentuan operasi dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti apakah pernah mengalami patah tulang pinggul sebelumnya, jenis patah tulang yang dialami, usia, kondisi kesehatan tulang dan sendi pasien, serta kapan patah tulang tsb terjadi. Penentuan jenis terapi yang paling tepat untuk Anda memerlukan evaluasi terhadap kondisi tulang Anda terlebih dahulu, oleh karena itu disarankan agar Anda berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis bedah tulang. Salah satu proses pemulihan lainnya adalah dengan rehabilitasi. Lama dan program rehabilitasi yang diberikan untuk tiap pasien adalah berbeda-beda tergantung dari kondisi tulang tiap pasien, jenis cedera, dan kemampuan gerak pasien. Selengkapnya silahkan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis bedah tulang dan dokter fisioterapi yang menangani Anda.

    Semoga bermanfaat, dr.Previyanti