Tanya Dokter

  • Payudara datar di usia 22 tahun

  •  Dheanda
    Anggota
    Selamat sore dok, saya perempuan 22 tahun belum menikah. Saya mempunyai payudara hampir datar, areola dan puting sangat kecil, jaringan lemak hanya ada sedikit di bagian bawah areola. Payudara saya persis seperti anak SD yg baru tumbuh payudaranya. Bagaimana tentang kondisi saya dok? Awalnya saya tidak peduli akan hal ini. Tetapi sekarang saya mulai memikirkannya melihat payudara teman2 seusia saya tidak datar. Apakah terdapat gangguan hormon? Haruskah saya konsultasi dengan bagian endokrinologi?

    Halo Dheanda

    Terima kasih telah bertanya pada Alodokter

    Ukuran payudara besar merupakan dambaan hampir semua wanita namun payudara seorang wanita berbeda antara wanita yang satu dengan lainnya. Pertumbuhan payudara dimulai saat seorang wanita mulai memasuki masa pubertas. Pada masa pubertas terjadi perubahan hormon pada tubuh, termasuk kadar hormon esterogen yang meningkat. Pubertas ini ditandai dengan datangnya siklus menstruasi dan mulainya pertumbuhan payudara. Ukuran payudara wanita akan ditentukan oleh :

    • Genetik, ras,
    • Kandungan nutrisi yang dikonsumsi selama masa pertumbuhan. Sebaiknya konsumsi makanan yang sehat dan bergizi tinggi.
    • Perubahan hormonal, kelenjar yang terdapat pada payudara pada masa kehamilan dan menyusui akan menyebabkan ukuran payudara membesar
    • Aktifitas
    • Penyakit kronis
    • Stress

    Ukuran payudara yang kecil sebenarnya tidak menjadi masalah karena fungsi utama payudara adalah menghasilkan ASI. Payudara yang kecil bukan berarti hanya dapat menghasilkan ASI sedikit. Saat wanita mengalami kehamilan maka hormon kehamilan akan memicu saluran ASI membesar dan bertambah banyak. Hormon kehamilan juga akan merangsang kelenjar payudara untuk memproduksi ASI. Semakin sering bayi disusui maka akan merangsang produksi ASI semakin banyak pula dan hal itu juga akan dapat membuat payudara lebih berisi.

     

    Oleh karena itu Anda tidak perlu kuatir karena wanita yang memiliki payudara kecil masih dapat menyusui secara normal. Namun memang ukuran payudara yang kecil dapat mengurangi kepercayaan diri bagi sebagian wanita. Untuk menyiasati ukuran payudara yang kecil Anda dapat melakukan tips berikut ini:

     

    • Mengenakan bra khusus yang dapat mengangkat payudara (push up bra) sehingga payudara tampak lebih berisi
    • Melakukan olahraga yang dapat memperkuat otot dada, sehingga dapat mengangkat dan memperbaiki postur payudara menjadi lebih ideal (misalnya berenang, tenis, basket, push up, latihan dengan dumbell dan sebagainya)
    • Makanan yang mengandung nutrisi tertentu akan baik bagi kesehatan payudara, seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan. Kacang kedelai mengandung isoflavon, yaitu zat fitoestrogen yang bermanfaat bagi pertumbuhan payudara. Namun konsumsi kacang kedelai tidak dapat meningkatkan ukuran payudara secara signifikan.
    • Penggunaan krim oles atau suplemen pun belum teruji efektivitasnya dalam membesarkan ukuran payudara, bahkan beberapa kandungan bahan disinyalir dapat memberikan efek berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu sebelum memutuskan menggunakan produk apapun sebaiknya dikonsultasikan dahulu ke dokter.
    • Bila ukuran payudara yang kecil sudah terasa sangat mengganggu bagi Anda, pilihan terakhir yang dapat ditempuh adalah dengan prosedur operasi. Konsultasikan dengan dokter spesialis bedah plastik jika Anda berniat menempuh cara ini, untuk menimbang setiap aspek baik manfaatnya maupun risiko yang dapat timbul.

     

    Informasi berikut ini dapat berguna:

     

    Cara membesarkan payudara secara sehat

     

    Payudara kecil tidak berarti jumlah ASI sedikit

    Serta mengenai konsultasi dengan bagian endokrinologi. Apabila tidak ada keluhan lain selain payudara kecil maka belum tentu Anda mengalami gangguan hormon. Wanita yang mengalami gangguan hormon pada umumnya akan mengalami beberapa gejala selain perubahan fisik. Seperti menstruasi tidak teratur dan  pertumbuhan bulu-bulu halus yang lebat. Namun apabila Anda sangat mengkhawatirkannya Anda bisa mencoba memeriksakan diri Anda ke dokter agar dilakukan pemeriksaan kadar hormon.

    Semoga bermanfaat

    Salam, dr. Satya Sueningrat