Tanya Dokter

  • Penanganan pembengkakan jantung dan efek cuci darah

  •  Nur Halimah
    Anggota

    Slmt siang dok,saya mau tanya ibu saya mengalami pembengkakan jantung sempat di rawat di rs dan melakukan cek up rutin tiap bulan.tpi untuk cek kali ini di sarankan untuk cuci darah.apakah efek setelah cuci darah nanti dok?apa kalau pasien sudah pernah cuci darahtidak boleh sampai telat untuk cuci lagi?bagaimana solusinya dok? Terkadang merasa kaki seperti kesemutan dan badan kaku.terimakasih jawabannya

    Hai, Cuci darah / hemodialisis merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk menggantikan fungsi penyaringan ginjal. Tindakan ini biasanya diindikasikan untuk mereka dengan penyakit gagal ginjal kronis stadium akhir, yang telah memiliki penurunan fungsi ginjal secara signifikan. Ginjal berperan dalam membersihkan darah dari zat-zat beracun dalam tubuh. Kegagalan ginjal menyebabkan zat-zat beracun ini tertumpuk dalam tubuh dan berpotensi menyebabkan gagal jantung, pembengkakan paru-paru, gangguan otak, kelainan irama jantung sampai kematian. Pengobatan gagal ginjal saat ini ada 2, yaitu melakukan hemodialisis rutin atau transplantasi ginjal. Dengan adanya tindakan hemodialisis (HD), fungsi ginjal dapat digantikan dan pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Karena tubuh terus menerus menghasilkan zat-zat racun sebagai hasil akhir metabolisme, proses HD perlu dilakukan secara rutin seumur hidup. Jika menjalani transplantasi ginjal, pengobatan cukup dilakukan sekali dan fungsi ginjal yang ditanam perlu dipantau secara berkala. Prosedur HD bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan mesin HD luar tubuh, atau melakukan HD di dalam tubuh (peritoneal dialysis / PD). Pemakaian mesin HD luar tubuh merupakan cara yang lebih banyak dipakai, karena pasien cukup datang ke sarana kesehatan sebanyak 2-3 kali seminggu, menjalani proses HD selama 4-5 jam, lalu dapat pulang dan beraktivitas seperti biasa. Sedangkan proses PD memerlukan edukasi dan motivasi yang tinggi dari pasien, karena pasien sendirilah yang melakukan proses cuci darah secara mandiri dan prosedur ini perlu dilakukan secara rutin setiap hari. Jika karena suatu alasan pasien tidak melakukan HD, akan terjadi penumpukan zat beracun dalam tubuh yang berpotensi menyebabkan berbagai gangguan fungsi tubuh, seperti yang telah dijelaskan di atas. Karena itu, penting bagi pasien dan keluarganya untuk berkomitmen tetap menjalani HD secara rutin seumur hidup / sampai mendapatkan transplantasi ginjal. Penolakan terhadap tindakan HD pada mereka yang memiliki gagal ginjal stadium akhir berpotensi menyebabkan kegagalan fungsi organ secara dini dan dapat mengancam jiwa sewaktu-waktu. Konsultasikanlah kembali ke Dokter / Ahli Penyakit Dalam mengenai manfaat dan risiko tindakan HD. Baca juga artikel tentang cuci darah. Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma