Tanya Dokter

  • Pembengkakan usus pada balita usia dibwah 2 tahun

  • Apa penyebab nya dan perluka dilakukan tindak oprasi

    Hallo Ippank Mishary Yonus

    Terimakasih atas pertanyaan anda

    Saya masih kurang jelas dengan maksud pertanyaan anda tentang “usus yang membengkak”, karena anda tidak menjelaskan gambaran lain yang menyertai keterangan usus membengkak ini. Jika seandainya yang saya jelaskan kurang tepat, anda dapat bertanya kembali dengan menyampaikan pertanyaan dan penjelasan yang lebih rinci.

    Pembengkakan usus sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya peradangan karena infeksi saluran usus atau peradangan karena adanya gangguan sistem kekebalan tubuh (imun) yang menyebabkan tubuh kita menyerang usus kita sendiri (penyakit autoimun). Contoh peradangan ini misalnya yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Pada peradangan karena infeksi bisa ditangani dengan obat-obatan antibiotik. Peradangan karena penyakit autoimun bisa ditangani dengan berbagai obat-obatan, misalnya obat anti peradangan (kortikosteroid), obat imunosupresan (siklosporin), antibiotik (metronidazole), atau obat-obatan lainnya. Kondisi peradangan usus ini menyebabkan gangguan pada saluran cerna, misalnya mual-muntah, gangguan buang air besar. Pada kondisi tertentu, peradangan akibat penyakit autoimun ini dapat menyebabkan sumbatan pada saluran usus. Jika terjadi sumbatan (obstruksi) ini, maka terkadang perlu dilakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat bagian yang mengalami peradangan ini. Penyebab dari peradangan autoimun ini belum diketahui secara pasti.

    Jika pembengkakan yang anda maksud adalah pelebaran usus yang disertai dengan perut yang tampak kembung dan ukurannya semabkin bertambah besar, kemungkinan besar kondisi yang anda maksud ini adalah penyakit hisprung atau megakolon. Penyakit hirschsprung adalah kelainan yang terjadi pada usus besar (kolon). Penyakit ini biasanya muncul sebagai kondisi bawaan pada bayi yang baru lahir. Bayi yang menderita penyakit Hirschsprung seringkali kesulitan buang air besar karena gangguan pada sel saraf yang berfungsi mengendalikan pergerakan usus, sehingga menyebabkan feses atau tinja terperangkap di usus. Gangguan pada saraf ini bisa menimbulkan masalah seperti perut bengkak, muntah-muntah (mengeluarkan cairan berwarna hijau atau cokelat), nafsu makan menurun, sembelit atau susah buang air besar sehingga membuat bayi menjadi rewel, atau diare. Perut membengkak terjadi karena tinja yang terus menumpuk pada saluran usus, sehingga saluran usus semakin bertambah besar dan perut tampak membengkak jika dilihat dari luar. Untuk menyembuhkan penyakit Hirschsprung, dokter biasanya akan melakukan operasi kepada pasien. Operasi itu dilakukan untuk memotong bagian dari usus besar yang tidak memiliki sel-sel saraf. Lapisan usus besar yang bermasalah diangkat, lalu bagian usus besar yang normal ditarik dari dalam dan disambungkan langsung ke anus. Hal ini biasanya dilakukan dengan operasi laparoskopi atau bedah minimal invasif melalui anus. Jadi memang penanganannnya harus dengan tindakan operasi.

    Untuk lebih jelasnya anda dapat berkonsultasi dengan dokter bedah.

    Semoga jawaban ini membantu anda.

    dr. Aldy Valentino