Tanya Dokter

  • Penanganan pembuluh darah otak pecah

  •  Arief Rahman
    Anggota
    Dok. Saya mau tanya. Saya anak pertama dari 4 bersaudara. Bapak saya umurnya 54 tahun. Udah 3 hari bapak dirawat di ruang icu. Pembuluh darah pecah kata dokternya. Tapi kondisi bapak saya dalam keadaan sadar, ga bisa ngomong, separoh badan ga bisa di gerakin. Dokter selalu nyaranin untuk operasi tapi saya selalu nolak dok. Saya takut karna bnyak yang bilang jangan dioperasi karena alasan tertentu. Saya jadi takut dok. Saya juga bingung dengan kondisi sadar tapi ga boleh ditemenin diluar jam besuk. Sedangkan jam besuk sehari 2x sekitar jam 11-13 dan jam 17-19. Yang saya takutkan bapa jadi stres karna ga ditemenin dok. Tiap kali saya besuk bapak selalu berontak pengen lepasin selang2 infus. Jadinya tangan sm kaki diiket. Saya harus gimana dok. Saya bingung dok. Ibu saya juga ga tau harus gimana. Terima kasih dok sebelumnya.

    Selamat pagi Arief. Terima kasih atas pertanyaan Anda

    Berdasarkan apa yang Anda sampaikan, kondisi pecah pembuluh darah otak dapat diakibatkan oleh :

    1.    Trauma / kecelakaan

    2.    Stroke

     

    Saya ingin menanyakan anggota sebelah mana yang tidak dapat digerakkan ?

     

    Stroke merupakan penyakit saraf di otak yang terjadi akibat putusnya pasokan darah ke bagian otak tertentu. Ada dua jenis stroke yaitu stroke pendarahan (stroke hemoragik) dan stroke penyumbatan (stroke non hemoragik).

     

    Pada stroke pendarahan terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak, sedangkan pada stroke sumbatan terjadi akibat ada sesuatu yang menyumbat pembuluh darah hingga suplai darah tidak bisa lewat. Gejala pada stroke ada berbagai macam seperti:

    ·         Cara bicara penderita yang kacau

    ·         Salah satu bagian wajah (kanan atau kiri) terlihat turun

    ·         Kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak

    ·         Pusing

    ·         Pingsan

    ·         Hilang penglihatan secara tiba-tiba atau penglihatan menjadi ganda

    ·         Mual dan muntah

    ·         Dll

     

    Stroke iskemik, biasanya diakibatkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah di otak yang mengakibatkan kerusakan otak yang dapat permanen. Stroke jenis ini biasanya diakibatkan adanya plak pembuluh darah jantung yang terbentuk akibat gangguan endotel karena darah tinggi disertai dengan adanya peningkatan kolesterol. Perbedaan stroke iskemik dan stroke hemoragik biasanya dilihat dari waktu kejadian dimana stroke iskemik terjadi saat seseorang istirahat atau waktu bangun tidur pagi sementara stroke perdarahan saat penderita melakukan aktivitas berat.

     

    Berdasarkan apa yang Anda sampaikan, keluhan yang dialami ayah Anda adalah stroke pecah pembuluh darah (hemoragik). Berdasarkan letak dari pembuluh darah otak yang terkena dapat mengakibatkan keluhan yang berbeda, bila pecah pembuluh darah otak terletak pada bagian otak sebelah kiri (kelemahan anggota gerak kanan) maka akan mengakibatkan keluhan afasia (tidak dapat berbicara atau berbicara tapi tidak mengerti / tidak nyambung).

     

    Faktor resiko dibagi menjadi 2, yaitu faktor resiko yang dapat diubah dan faktor resiko yang tidak dapat diubah. Faktor resiko yang dapat diubah seperti:

    ü  Tekanan darah yang tinggi. Sebaiknya rutin untuk mengontrol tekanan darah Anda

    ü  Merokok maupun menjadi perokok pasif. Tobaco yang terkandung dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan mengakibatkan sumbatan

    ü    Diabetes. Kadar gula darah yang tinggi merusak pembuluh darah

    ü  Kolestrol tinggi. Kadar kolestrol yang tinggi dalam darah dapat meningkatkan resiko sumbatan pembuluh darah

    ü  Obesitas

    ü  Konsumsi alcohol berlebih

    ü  Penggunaan obat-obatan terlarang

     

    Faktor resiko yang tidak dapat diubah seperti:

    ü  Peningkatan usia

    ü  Jenis kelamin. Stroke lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita

    ü  Ras dan keturunan

     

    Pada pasien yang stroke dapat terjadi penurunan kesadaran, dan kemungkinan dapat terjadi penurunan kesadaran dengan nama delirium. Delirium adalah gangguan mental serius yang menyebabkan penderita mengalami kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Pada fase awal, delirium akan berkembang cukup cepat, dari beberapa jam sampai beberapa hari.

     

    Beberapa faktor yang memperbesar risiko seseorang terkena delirium adalah:

    §  Memiliki gangguan otak.

    §  Berusia lanjut.

    §  Pernah mengalami delirium sebelumnya.

    §  Mengalami gangguan penglihatan atau pendengaran.

    §  Menderita beberapa gangguan medis.

    Beberapa gejala delirium yaitu :

    1.    Berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitarnya

    2.    Kemampuan berpikir yang buruk

    3.    Gangguan emosional

    4.    Perubahan perilaku

     

    Untuk menentukan keluhan yang dialami ayah Anda, saya sarankan Anda tetap mengkonsultasikan kepada dokter yang merawat ayah Anda. Anda dapat menanyakan keterangan terkait kondisi ayah Anda sehingga Anda dapat mengetahui informasi tentang ayah Anda sekarang.

    Perawatan pendukung juga diperlukan bagi penderita delirium untuk mencegah komplikasi. Beberapa perawatan pendukung penderita delirium adalah:

    §  Melindungi saluran napas.

    §  Menyediakan cairan dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh penderita.

    §  Membantu penderita yang kesulitan menggerakkan tubuh.

    §  Menangani rasa nyeri yang dialami penderita.

    §  Mencegah penderita kehilangan kendali atas dirinya.

    §  Menghindari pemakaian pengekangan fisik atau pemakaian tabung kandung kemih.

    §  Menghindari banyak perubahan di lingkungan sekitar penderita.

    §  Mendorong adanya interaksi antara penderita dengan keluarga atau kerabat dekatnya

     

    Semoga bermanfaat,

     

    dr. Dian