Tanya Dokter

  • pen dilengan selama 10 tahun, berbahaya kah ?

  • 10 tahun yang lalu saya mengalami kecelakaan patah tulang ditangan kanan dok, dan akhirnya saya pun di pen .. setelah di pen akhir dokter yg bersangkutan menyarankan jika tulang sudah menyatu kembali agar di lepas kembali dan hingga 10 tahun berjalan hingga kini saya masih menggunakan pen ,

    1. bagaimana pen yang sudah berada selama 10 tahun di tangan saya itu, berbahaya atau tidak , Dok ??

    2. jika saya ingin melepas pen tersebut berbahaya juga tidak Dok ?

    3. bila saya melepas kannya apakah ada efek samping nya Dok?

    terima kasih sebelumnya :)

     

    Halo, Tulang yang patah, dapat ditangani dengan metode bedah dan non bedah. Pemilihan metode ini tergantung pada tulang yang patah, bentuk patahannya, kondisi pasien, dan lain sebagainya. Pen atau plat, merupakan suatu baja stainless steel, atau saat ini dapat juga digunakan titanium, yang memiliki lebih banyak kelebihan dibanding stainless steel. Plat ini digunakan untuk menyambungkan patahan tulang, hingga tulang tersebut mengalami remodelling dan kembali menyatu dengan sendirinya. Ketika tulang telah tersambung dengan sempurna, plat dapat dilepas, namun dapat juga tidak dilepas. Pen yang telah terpasang, jika tidak menimbulkan keluhan atau gejala apapun, aman dan tidak menimbulkan bahaya tertentu. Akan tetapi tulang yang dilepas pen nya, akan kembali memiliki daya elastis seperti semula, sehingga jika ada benturan, tulang dapat dicegah untuk tidak patah kembali. Pada tulang yang tidak dilepas pennya, terdapat risiko (walaupun kecil) untuk mengalami patahan pada sisi yang tidak dipasang pen, karena tulang tidak elastis. Melepas pen tidak berbahaya, asalkan dilakukan oleh dokter bedah tulang, yang kompeten dalam menangani masalah tersebut. Indikasi melepas plat atau pen adalah sebagai berikut, antara lain:

    • Plat yang teraba dan terasa mengganjal atau mengganggu
    • Nyeri
    • Pergerakan tubuh yang terbatas
    • Plat yang patah
    • Reaksi alergi
    • Keinginan pasien sendiri
    Efek samping melepas pen, tentu saja timbul rasa nyeri setelah karena luka operasi, akan tetapi seiring dengan masa penyembuhan, rasa nyeri tersebut tentu akan menghilang dengan sendirinya. Untuk menentukan penanganan yang tepat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter ahli bedah tulang. Dokter akan membantu Anda menentukan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Demikian informasi yang dapat saya sampaikan, semoga membantu. dr. Agatha

    dear dr. Agatha, terima kasih atas informasinya.. keluhan yang saya rasakan adalah : - terkadang saya mengalami nyeri walapun tidak terjadi benturan - ada beberapa kulit di bagian tangan saya yg terpasang oleh pen sedikit ba'al(mati rasa) - sering terjadi kesemutan (<i style="font-family: Arial, serif; font-size: 14.3px; line-height: 22.88px;">pins and needles</i><span style="line-height: 1.5;">) di bagian tangan yg terpasang oleh pen</span> mohon petunjuknya dr. Agatha. terima kasih :) <span style="line-height: 1.5;"> </span>

    dr. Agatha Dinar
    Oct 25, 2015 at 03:13 PM

    Halo, Tulang yang patah, dapat ditangani dengan metode bedah dan non bedah. Pemilihan metode ini tergantung pada tulang yang patah, bentuk patahannya, kondisi pasien, dan lain sebagainya. Pen atau plat, merupakan suatu baja stainless steel, atau saat ini dapat juga digunakan titanium, yang memiliki lebih banyak kelebihan dibanding stainless steel. Plat ini digunakan untuk menyambungkan patahan tulang, hingga tulang tersebut mengalami remodelling dan kembali menyatu dengan sendirinya. Ketika tulang telah tersambung dengan sempurna, plat dapat dilepas, namun dapat juga tidak dilepas. Pen yang telah terpasang, jika tidak menimbulkan keluhan atau gejala apapun, aman dan tidak menimbulkan bahaya tertentu. Akan tetapi tulang yang dilepas pen nya, akan kembali memiliki daya elastis seperti semula, sehingga jika ada benturan, tulang dapat dicegah untuk tidak patah kembali. Pada tulang yang tidak dilepas pennya, terdapat risiko (walaupun kecil) untuk mengalami patahan pada sisi yang tidak dipasang pen, karena tulang tidak elastis. Melepas pen tidak berbahaya, asalkan dilakukan oleh dokter bedah tulang, yang kompeten dalam menangani masalah tersebut. Indikasi melepas plat atau pen adalah sebagai berikut, antara lain:

    • Plat yang teraba dan terasa mengganjal atau mengganggu
    • Nyeri
    • Pergerakan tubuh yang terbatas
    • Plat yang patah
    • Reaksi alergi
    • Keinginan pasien sendiri
    Efek samping melepas pen, tentu saja timbul rasa nyeri setelah karena luka operasi, akan tetapi seiring dengan masa penyembuhan, rasa nyeri tersebut tentu akan menghilang dengan sendirinya. Untuk menentukan penanganan yang tepat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter ahli bedah tulang. Dokter akan membantu Anda menentukan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Demikian informasi yang dapat saya sampaikan, semoga membantu. dr. Agatha

     

    Dok, saya dulu waktu umur 14 tahun pernah mengalami patah di lengan kiri. Kira-kira 1 minggu setelah kejadian saya langsung dioperasi di Raffles Hospital di Singapura. Waktu itu dokter saya mengatakan bahwa jika tidak melepas pen pun tidak apa-apa selama tidak ada rasa sakit yang timbul. Sekarang setelah 13 tahun berlalu, saya belum melepas pen yang dipasang. Salah satu alasanya adalah karena waktu anak-anak saya memang termasuk yang takut dengan jarum suntik dan pembedahan. Sampai dengan kemarin saat hendak mengikuti pertandingan olahraga yang membutuhkan banyak kekuatan tangan, saya dianjurkan oleh tim medis agar melepas pennya atau berkonsultasi dulu dengan dokter bedah tulang.

    Apakah masih aman bagi saya untuk melepas pen setelah 13 tahun berlalu?

    Jika masih aman, apakah prosesnya akan memakan waktu lama ( misalnya sampai dibius total) ataukah ini termasuk operasi kecil yang bisa ditangani dalam waktu yang relatif singkat?