Tanya Dokter

  • Penyebab perut kembung pada bayi

  •  faudilla
    Anggota
    Mlm dok saya mau tanya bayi saya kan berusia 50hari dia sering gumoh dan perutnya sering berbunyi terus kalau kentut sering ikut kotorannya itu ... Dulunya sh waktu umur 30hari tk beri mkan pisang tapi semenjak dia seperti itu gk tak beri makan lagi tapi kok masih tetap saja seperti itu .. Saya sudah bawa ke bidan katanya bidan perutnya kembung dan di beri puyer tapi kok masih tetap saja ya dok... Mohon di beri jalan keluarnya dok, terimakasih

    Halo Faudilla, terima kasih untuk pertanyaannya.

    Perlu untuk diketahui, asupan terbaik untuk bayi yang berusia kurang dari 6 bulan hanyalah ASI eksklusif. Sangat tidak disarankan bayi tersebut diberikan makanan sebelum waktunya karena bayi belum siap untuk menelan dan mencerna makanan padat (termasuk pisang salah satunya). Oleh karena itu, sebaiknya Ibu berhenti memberikan makanan selain ASI atau susu formula.

    Gumoh atau muntah dapat merupakan sesuatu yang wajar karena belum matangnya sistem pencernaan pada bayi. Namun, jika kondisi ini terjadi terus menerus maka perlu ditelusuri apakah masih termasuk normal/ada masalah tertentu. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gumoh, yakni:

    • Perut terlalu penuh
    • Infeksi perut, gastroenteritis, biasanya disertai dengan diare
    • Infeksi saluran napas, seperti batuk dan pilek
    • Alergi, dan lain-lain

     

    Jika saat kentut, kotoran yang keluar konsistensinya lunak hingga cair maka kemungkinan bayi Anda menderita gastroenteritis (diare). Terdapat beberapa hal lain yang perlu diwaspadai pada bayi gumoh, yakni:

    • Demam
    • Menolak menyusui (baik ASI maupun susu formula)
    • Sesak napas
    • Muntah terus menerus lebih dari 12 jam
    • Muntah berwarna hijau atau disertai darah
    • Perut bengkak, ubun-ubun menonjol
    • Terdapat tanda dehidrasi, seperti mata cekung, ubun-ubun cekung, jumlah air kemih menurun

     

    Jika gumoh terjadi terus menerus atau disertai gejala diatas, sebaiknya Anda segera memeriksakan bayi ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Dokter akan menentukan apakah kondisi tersebut masih termasuk normal/sudah membutuhkan penanganan khusus. Dokter akan memberikan terapi yang sesuai. Beberapa tips yang dapat dilakukan:

    • ASI lebih baik diberikan untuk bayi dibandingkan susu formula. Pada bayi yang diberikan ASI eksklusif, kejadian gumoh lebih jarang ditemukan 
    • Sendawakan bayi setelah minum
    • Menyusui dengan posisi bayi setengah duduk (jangan sambil tidur)
    • Jangan banyak digerakkan setelah minum
    • Berikan posisi 45-60 derajat jika bayi muntah dan pertahankan selama 1,5-2 jam
    • Tidak ada alasan untuk menyetop ASI

     

    Artikel mengenai bayi gumoh  dan ASI eksklusif dapat dibaca sebagai tambahan.

    Sekian, semoga membantu.

    dr. Sonia L