Tanya Dokter

  • Dampak beraktivitas di saat menderita skizofrenia

  •  Farid M Akbar
    Anggota
    Bagaimana jika saya terindikasi skizofrenia tetapi saya paksakan bekerja padahal pikiran saya belum stabil

    Hallo Farid M Akbar

    Terimakasih atas pertanyaan anda

    Skizofrenia adalah gangguan mental kronis atau telah berlangsung lama yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku. Penderita skizofrenia biasanya mengalami kesulitan membedakan antara kenyataan dengan pikiran sendiri. Gejala skizofrenia sendiri dibagi menjadi menjadi gejala negatif dan gejala positif. Gejala negatif skizofrenia menggambarkan hilangnya sifat dan kemampuan tertentu yang biasanya ada di dalam diri orang yang normal, misalnya: enggan bersosialisasi dan tidak nyaman berada dekat dengan orang lain, kehilangan konsentrasi, pola tidur berubah, kehilangan minat dan motivasi dalam segala aspek hidup. Ketika penderita sedang mengalami gejala negatif, penderita akan terlihat apatis dan datar secara emosi (misalnya bicara monoton tanpa intonasi, bicara tanpa ekspresi wajah, dan tidak melakukan kontak mata). Mereka juga menjadi tidak peduli terhadap penampilan dan kebersihan diri, serta makin menarik diri dari pergaulan. Sedangkan untuk gejala positif yang mungkin muncul adalah: halusinasi (Terjadi pada saat panca indera seseorang terangsang oleh sesuatu yang sebenarnya tidak ada, misalnya mendengar suara atau bisikn tertentu), delusi (kepercayaan kuat yang tidak didasari logika atau kenyataan yang sebenarnya, misalnya penderita yang merasa diawasi, diikuti, atau khawatir disakiti oleh orang lain), pikiran kacau dan perubahan perilaku (sulit berkonsentrasi dan pikirannya seperti melayang-layang tidak tentu arah sehingga kata-kata mereka menjadi membingungkan, merasa kehilangan kendali atas pikirannya sendiri, perilaku penderita skizofrenia juga menjadi tidak terduga dan bahkan di luar normal). Bentuk skizofrenia sendiri ada bermacam-macam, yaitu skizofrenia paranoid (seseorang merasa ketakutan akan hal tertentu, misalnya merasa takut dibicarakan oleh orang lain atau merasa akan dibunuh oleh orang lain), skizofrenia hebefrenik, dan skizofrenia katatonik (ditandai dengan gangguan pergerakan/psikomotor, misalnya pasien hanya diam saja atau terbaring kaku di tempat tidur atau melakukan tindakan berulang yang tidak jelas maknanya).  Untuk dapat menentukan seseorang mengalami gangguan kejiwaan skizofrenia, maka harus dilakukan pemeriksaan oleh dokter kejiwaan sesuai dengan panduan diagnosis penyakit jiwa (Pedoman Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa, PPDGJ). Jika sudah mengalami gangguan jiwa seperti skizofrenia ini maka seseorang harus mendapatkan pengobatan. Umumnya penderita gangguan skizofrenia ini memang mengalami gangguan sosial karena perubahan perilaku dan gangguan pikiran yang dialami. Tentu saja hal semacam ini menyebabkan penderita skizofrenia tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari, terutama bila pola pikiran penderita terganggu. Karena itu memang sebaiknya dilakukan terapi kejiwaan segera. Larangan bekerja terutama jika gangguan pola pikir yang terjadi menyebabkan penderita gangguan skizofrenia menjadi memiliki kecenderungan untuk melukai/membahayakan diri sendiri dan orang lain. Karena pekerja yang berada satu tempat kerja dengan penderita skizofrenia harus terjamin keselamatan dan kesejahteraannya di tempat kerja.

    Sebaiknya segera konsultasikan kondisi anda pada dokter kejiwaan untuk dilakukan penilaian mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi pada anda, apakah benar gangguan skizofrenia dan anda akan mendapatkan penanganan yang sesuai.

    Semoga jawaban ini membantu anda.

    dr. Aldy Valentino