Tanya Dokter

  • Penyebab pendarahan setelah hubungan intim

  •  hyati
    Anggota
    Sore Dokter, 
    Saya wanita 38 th, pernikahan sudah 15 th, sudah melahirkan 2 anak.
    saya menggunakan kb pill diane. Ini sudah berjalan slama 4 thn lebih.
    masalahnya adalah:
    dua minggu yang lalu saat berhub intim dengan suami sy mengeluarkan darah seperti mens. 
    padahal pd saat hub intim tersbt, sy sdh 2 mgu selsai menstruasi. 
    padahal slma hub intim tidak ada rasa sakit maupun nyeri sama sekali.
    Tapi ternyata darah ini tidak berhenti juga smpai 2 minggu, selama keluar darah sy jg tidak merasakan sakit/nyeri, hanya pernah 2 hari badan lemas sj. ( dulu terkadang saat berhub intim jg prnh keluar darah, tapi sebatas saat hub intim berlangsung  sj, setelahnya tidak keluar darah lg)
    akhirnya sy memutuskan untuk kedokter spog. Pas di usg dokter bilang ada kista sbesar 1,7cm.
    karena sy awam soal kista sy tidak banyak bertanya ke dokternya.
    dokter memberi sy azol,atria,imudator,tranex.
     
    yang mau saya tanyakan adalh:
    - apakah kista yg dilihat dokter saat usg, bisa jd itu kista fungsional? bukankah kista fungsional itu timbul saat menjelang haid .( Karena sy minum pil jd haid biasanya teratur. Pil terakhir habis hari selasa, dan biasanya sy akan mens pd hari sabtunya. Sedangkan sy kedokter spog pd hari kamisnya.)
    - apakah obat azol tersebut wajib sy minum? 
    - sebenarnya apa yg menyebabkan sy bisa pendarahan selama itu? (krn dokternya tidak menjelaskan pendarahan akibat dr apa)
     
    mohon jawaban dari dokter. Terimakasih atas bantuannya.

    Hai,

    Perdarahan sehabis hubungan badan bisa disebabkan oleh:

    • Luka terkait aktivitas seks
    • Erosi serviks
    • Radang serviks / mulut rahim
    • Polip serviks
    • Kanker serviks
    • Perdarahan yang bertepatan dengan waktu menstruasi
    • Perdarahan yang terjadi dari dalam rahim (perdarahan di luar masa menstruasi), bisa disebabkan oleh polip rahim, endometriosis, miom, keganasan, gangguan pembekuan darah, sindrom ovarium polikistik dan efek samping KB

    Kebanyakan perempuan memiliki kista pada indung telurnya di suatu waktu semasa hidupnya; kista demikian sedemikian lazim terjadi dan biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya -- kista demikian dinamai sebagai kista fungsional.

    Azol mengandung danazol, suatu obat yang biasa dipakai untuk kasus endometriosis. Perlu atau tidaknya pemakaian obat akan sangat bergantung pada diagnosis Anda saat ini; penegakkan diagnosis masalah organ kandungan memerlukan wawancara klinis dan pemeriksaan fisik langsung oleh Dokter Spesialis Kandungan (Sp. OG), biasanya ditunjang dengan pemeriksaan darah, air seni atau USG.

    Sekian, semoga bermanfaat.

    dr. Radius Kusuma