Tanya Dokter

  • Lemas berkepanjangan dan tifus

  •  user97
    Anggota

    Halo Dokter, selamat siang. Saya wanita umur 20tahun sedang kuliah semester 1 di kota yang jaraknya ditempuh hampir 2jam dengan kereta dan angkutan umum dari rumah (lain kota). setiap hari saya menghabiskan sekitar 4jam untuk pulang-pergi, ditambah peraturan kampus yang sangat ketat karena memang itu kampus negeri. Jujur saya merasa lelah. Kenapa saya ngga ngekost aja? Saya kasihan sama orangtua saya. Uang mereka sekarang dipakai untuk membangun rumah kami. Jadi sayang kalau ngekost, karena rumah sendiri aja belum jadi. 

     

    Oke itu saya ceritain latar belakang sedikit karena semenjak saya kuliah, saya mulai sering sakit-sakitan. Sebelum kuliah lumayan sering sakit tapi ringan cuma flu, demam, atau radang dan sembuhnya cepet.

     

    Kira2 menjelang pertengahan Oktober lalu, saya buang air mencret sampai berkali2 dipagi hari. Saya minum obat diare yg saya punya dan lumayan efektif.

    (Saya kemudian mendapati adanya benjolan di dekat anus, namun tidak ingat apakah ini sebelum diare atau sesudah. Saya sering merasa lemas, otot seperti sakit, dan demam/sakit kepala namun saya tetap kuliah dan membawa buku bayak yg berat dan harus jalan dari stasiun ke tempat angkot yg jaraknya jauh.)

     

    Seminggu kemudian, saya mencuci baju pakai mesin namun berkeringat dingin sangat banyak. Keesokan paginya saya BAB dan ada darah, saya kira itu hanya karena BAB saja. Namun darah tak kunjung henti meski sudah gak BAB. saya pun panik dan ke dokter bersama ibu saya. Kata Dokternya ini seperti gejala tifus, tapi waktu itu tidak ambil darah untuk periksa lebih lanjut. Kira-kira 3 hari kemudian pendarahan saya berhenti dan merasa baikan. Saya kembali kuliah.

     

    Nah itu kejadiannya 3 minggu lalu. 

     

    Kemudian, 1 minggu lalu, saya merasa sering pusing dan demam. hingga pada suatu hari saya demam sangat tidak enak. mulut semua terasa panas, lidah pahit. Namun tubuh juga terasa dingin meskipun bagian kepala saya suhunya panas. Dua hari kemudian demam turun tapi kambuh lagi kira2 dua hari berikutnya dengan sakit kepala yg sangat luar biasa. (saya waktu itu lagi di kereta mau pulang kerumah, jadi sampai menangis karena saking luar biasa sakit kepalanya.)

     

    Sampai rumah langsung ke dokter dan tes darah hasilnya ada yg bewarna merah ditandai oleh dokternya, seperti ini:

    Differential:
    Segmen 74*
    Limposit 17*
    Monosit 9*

    Widal:
    Salmonela Typhi H: Negatif
    Salmonela Typhi O: 1/320

     

    Dokter bilang sebaiknya dirawat dan diinfus namun ibu saya seperti diam saja, masalah ekonomi atau ribet mungkin. Saya sebenarnya nurut sama ibu kalau dia mau saya dirawat tapi yasudah.

     

    ---

     

    Sekarang sudah 3 hari sejak kejadian itu. dan saya masih lumayan merasa lemas dan mual terus. kenapa ya Dok? apakah penyakit saya parah? saya harus bagaimana? kapan kira2 saya bisa kembali pulih? mengenai kampus saya yang jauh apa itu tidak bagus untuk kesehatan saya? soalnya ibu saja juga khawatir dan saya juga merasa sangat lelah setiap harinya dan menjadi sering sakit2an sejak itu.

    Mohon dijawab dan maaf kalau panjang. Saya khawatir, suka kepikiran yang engga-engga. Terimakasih banyak sebelumnya. 

     

    user97  dr. Prasetyo
    Dokter

    Halo user97, terimakasih sudah bertanya di Alodokter.com

    Kami memahami kekhawatiran yang Anda alami saat ini. Kami akan coba menjelaskan mengenai kondisi badan yang terasa lemas yang Anda alami berkepanjangan ini, penyebab dari badan terasa lemas dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti :

    • Tekanan darah rendah
    • Kekurangan cairan / dehidrasi
    • Kekurangan istirahat
    • Kelelahan fisik berlebih
    • Gula darah rendah (umumnya akibat asupan makanan yang tidak baik)
    • Efek samping obat-obatan seperti steroid, antidepresi, antihistamin, obat tekanan darah, atau kemoterapi.
    • Menderita gangguan medis seperti pilek, flu, kekurangan elektrolit, keracunan, infeksi (seperti infeksi saluran pernapasan atau infeksi saluran kemih), anemia, diabetes, kehilangan banyak darah, gangguan pada kelenjar tiroid, gagal ginjal, penyakit hati, dan sebagainya.
    • Gangguan psikologis (kecemasan berlebih, tekanan pekerjaan yang berlebih, depresi, problematika sehari-hari yang berat, dan sebagainya)
    • Dan masih banyak lagi.

    Namun bila melihat dari keterangan Anda, memang kondisi ini dapat saja disebabkan karena kelelahan fisik yang Anda alami sebagai rutinitas sehari-hari, tetapi bila melihat dari hasil lab tersebut memang mengarah kepada demam typhoid. Kondisi akibat demam typhoid / tifus ini memang akan menyebabkan badan terasa lebih lemas dan perlu waktu cukup lama untuk kembali pulih seperti semula / tergantung dari banyak hal (istirahat yang cukup merupakan hal yang penting untuk menangani kondisi ini -- selain itu atur pola makan sedikit namun sering, penuhi kebutuhan cairan, makanan lunak lebih disarankan, hindari konsumsi kopi, minuman bersoda, makanan berminyak, asam, dan pedas). Mual dan muntah merupakan salah satu gejala penyerta dari demam tifoid. Parah tidaknya kondisi ini kami tidak dapat memastikan jika tidak melakukan pemeriksaan secara langsung. Kami sangat menyarankan Anda menemui dokter, untuk dilakukan pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut untuk kondisi Anda saat ini -- terutama mengenai waktu istirahat untuk Anda. Mengenai jarak kampus memang hal yang perlu Anda pertimbangkan kembali dan dibicarakan dengan orang tua Anda -- sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi / kost dekat wilayah kampus lebih disarankan (kelelahan fisik dapat saja menjadi salah satu penyebab daya tahan tubuh menjadi tidak optimal).  Sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat, tetap semangat dan jaga kesehatan Anda . Salam, dr Prasetyo