Tanya Dokter

  • Mengatasi gangguan jiwa

  • Halo dokter. Terima kasih telah menyempatkan membaca dan menjawab pertanyaan saya berikut ini. Kasus : gangguan kejiwaan Penderita : Pria, 50-an tahun, cerai hidup. Penjelasan : Sebelumnya perkenalkan dok. Nama saya Ade, saya tinggal di Bandung, sementara ini saya berkesempatan pulang kampung di Jawa Timur. Kasus ini saya ketahui ketika berada di rumah. Pakde saya, bisa dibilang begitu, mengalami gangguan kejiwaan, berdasarkan keterangan ibu saya, sudah 1 bulan terakhir. Gangguan kejiwaan yang diderita pakde saya ini bersifat tidak kontinu alias hanya kambuh beberapa kali dalam seminggu. Kelakuan yang tidak terkontrol, perilaku yang tidak wajar memang terdeteksi, sebab pakde saya ini tinggal di sebelah rumah saya, jadi saya pribadi mengetahui perubahan perilaku beliau karena sudah kenal dari saya lahir. Orang-orang kampung menyebutnya dengan istilah stress/gila/gendeng. Saya sendiri merasa prihatin karena sebulan terakhir tidak banyak orang yang berani menengok beliau, mengingat beliau juga tidak lagi beristri dan anaknya pun tinggal bersama mantan istrinya yang tidak mengetahui kondisi beliau, maka hanya beberapa tetangga dan saudara yang menjenguk. Selebihnya orang-orang malah takut dan menjauhi beliau. Yang mana saya yakini malah memperberat penyakitnya. Pertanyaan : Saya sangat awam dengan gangguan kejiwaan, begitupun orang-orang kampung yang justru anehnya malah mengaitkannya dengan supranatural. --- Apa yang harus saya dan sanak saudara lakukan untuk proses penyembuhan beliau? Apakah penyakit semacam ini bisa sembuh total? Terus terang, saya sendiri merasa tidak aman ketika beliau kambuh, sebab kejadian kemaren beliau mencoba melempat batu bata ke orang-orang yang mendekatinya. Jika saya ingin membawa beliau untuk pemeriksaan medis di RS daerah, bagian mana yang harus saya datangi? Poli apa? Atau klinik apa? Haruskah di rujuk ke RS daerah atau RSJ? Apakah penderita semacam ini memiliki akses untuk menggunakan BJPS? Jikalau dilakukan perawatan di RS.

    Halo. Melihat dari cerita yang Anda paprkan, kemungkinan memang saudara Anda mengalami gangguan kesehatan mental. Namun kita belum bisa memastikan gangguan kejiwaan apa yang dialami oleh saudara Anda. Gangguan kejiwaan banyak macam jenisnya. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat dikategorikan, berikut beberapa kondisi yang sering terjadi :

    • Gangguan kecemasan
    • Gangguan kepribadian
    • Gangguan afektif/mood
    • Gangguan ketidakmampuan mengontrol keinginan
    • Gangguan jiwa akibat penggunaan zat psikoaktif
    • Gangguan psikosis. Gangguan ini mengacaukan pikiran dan kesadaran manusia.
    • Sindrom respons stress/gangguan penyesuaian
    • Gangguan disosiatif
    • Gangguan seksual dan gender
    • Gangguan somatoform. Mengalami nyeri atau sakit pada anggota tubuhnya, meski dokter tidak menemukan gangguan medis apa pun.

    Perlu pemeriksaan secara mendalam terhadap apa yang terjadi pada saudara Anda. Sebaiknya Anda membawa saudara Anda pada dokter spesialis jiwa. Pada penderita yang baru dikenali sebaiknya memang diperiksa langsung oleh dokter spesialis agardidaptkan diagnosa yang pasti. Anda dapat membawa ke poli jiwa, biasanya di Rumah Sakit Daerah sudah ada poli jiwa. Kalaupun didaerah Anda tidak ada dokter spesialis kejiwaan biasanya pihak rumah sakit akan merujuk pada fasilitas yang lebih lengkap. Anda tidak perlu khawatir karena hal ini ditanggung oleh BPJS, namun terlebih dahulu Anda mungkin memeriksakan ke puskesmas atau fasilitas pelayanan tingkat pertama untuk mendapatkan rujukan.

    Apabila kondisi sudah membahayakan diri sendiri dan orang lain, seperti tidak mau makan, ada niatan mau bunuh diri, mengganggu keadaan sekitar, bisa jadi pertimbangan oleh dokter untuk dirawat inapkan sampai kondisi stabil. Untuk pengobatan nantinya berdasarkan diagnosa oleh dokter. Tingkat kesembuhan pasien juga ditentukan oleh gangguan apa yang dialami.

    Semoga Bermanfaat

    dr. Eni Yulvia S