Tanya Dokter

  • Hubungan penebalan dinding rahim dengan kanker

  •  Dok apakah benar penenbalan pada dinding rahim dapat menimbulkan kanker ?

    apa obat penebalan dinding rahim yang bagus ?

    Halo Bunga,

    Terima kasih sudah bertanya di alodokter.com. Penebalan dinding rahim dalam bahasa medis dikenal dengan hiperplasia endometrium. Dalam kondisi normal, endometrium mengalami perubahan selama siklus menstruasi sebagai reaksi atas kerja suatu hormon. Selama bagian pertama dari siklus menstruasi, hormon estrogen diproduksi oleh indung telur. Estrogen menyebabkan lapisan endometrium menebal dengan tujuan mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Di tengah siklus, sel telur dilepaskan dari salah satu indung telur (ovulasi). Setelah ovulasi, kadar hormon lain yaitu progesteron mulai meningkat. Progesteron mempersiapkan endometrium untuk menerima dan memelihara sel telur yang sudah dibuahi (bila selama ini terjadi proses pembuahan). Jika kehamilan tidak terjadi, kadar estrogen dan progesteron akan menurun. Penurunan progesteron memicu menstruasi, atau peluruhan endometrium. 

    Hiperplasia endometrium paling sering disebabkan oleh kelebihan estrogen tanpa diimbangi oleh progesteron. Jika ovulasi tidak terjadi, progesteron tidak diproduksi, dan endometrium tidak meluruh. Endometrium dapat terus menebal sebagai akibat tingginya kadar estrogen. Sel-sel endometrium ini dapat berkumpul membentuk lapisan abnormal dan terjadilah hiperlasia. Pada beberapa wanita, hal ini dapat menyebabnya terjadinya kanker

    Gejala yang paling umum dialami penderita adalah perdarahan vagina yang abnormal (perdarahan menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama dari normal, siklus menstruasi yang lebih pendek dari 21 hari, atau perdarahan vagina setelah menopause).

    Dalam banyak kasus, hiperplasia endometrium dapat diobati dengan pemberian hormon progestin. Dosis dan lamanya pengobatan tergantung pada usia dan jenis hiperplasia. Jika setelah menjalani pengobatan, kondisi Anda tidak kunjung tertangani, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti misalnya mengambil sampel endometrium dengan melakukan biopsy, kuretase, atau histeroskopi.

    Untuk menentukan penanganan yang tepat bagi Anda, lebih baik Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan lebih dahulu. Penaganan kondisi ini harus dalam pengawasan dokter.

    Semoga membantu.

    Dr. Aloisia