Tanya Dokter

  • Benarkah maag menyebabkan kanker lambung?

  •  andi212
    Anggota

    dok,saya mo nanya, banyak yg mengatakan maaq dapat menyebabkan kanker lambung,,apakah emng sudah  benar??  soalnya secara penelitian dulu yg menyebabkan kanker lambung itu kan infeksi utamanya helicobacpter pilory bakteri..bukan maaq itu sendiri?

    dan saya baru baca di berita kesehatan ,ternyata obat2 PPI misalnya lanzoprazole,omeprazole terbukti secara SAH  jika banyak dikonsusmsi menyebabkan ginjal kronis bermasalah dan ujungnya gagal ginjal.

    nah bagaimana dengan konsumsi antasida.sukralfat dan rantin,,.apakah itu secara sah juga sebabkan gagal ginjal juga dok seperti PPI tadi yg sudah sah sebabkan gagal ginjal kronis ??

    jadi susah dong klo gitu mo minum obat salah,ngak minum obat juga salah?

    Halo andi212, 

    terima kasih atas pertanyaan anda.

    Maag adalah suatu istilah yang luas untuk mendeskripsikan kumpulan gejala dan keluhan yang berasal dari lambung, seperti nyeri ulu hati, mual, begah, cepat kenyang, dsb. Jadi, kondisi maag tidak serta merta langsung menyebabkan kanker lambung, tetapi dapat merupakan gejala awal dari kanker lambung, atau dasar penyebab gejala maag yang kronis (jangka panjang) dapat menyebabkan kanker lambung, seperti gastritis atau tukak lambung (suatu luka pada lambung). Sampai saat ini, penelitian terhadap kanker lambung masih terus dilakukan, namun beberapa faktor resiko yang diketahui memiliki hubungan dengan kejadian kanker lambung adalah Helicobacter pylori (sampai sekarang masih menjadi faktor resiko utama dan paling erat), faktor genetik/riwayat kanker lambung di keluarga, infeksi virus Epstein-Barr, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol tinggi, polip lambung, riwayat operasi lambung, dan pola diet (tinggi garam, tinggi bahan pengawet, dan makanan yang dibakar). 

    Konsumsi obat golongan proton-pump inhibitor (PPI) berdasarkan suatu penelitian observasi terhadap pengguna PPI jangka panjang menunjukkan adanya resiko yang meningkat untuk mengidap gagal ginjal kronis, namun dari penelitian itu sendiri mengatakan bahwa hubungan ini bukan suatu sebab-akibat pasti dan membutuhkan penelitian lebih lanjut. Pada dasarnya penelitian ini ingin mengingatkan untuk membatasi penggunaan PPI secara bebas tanpa indikasi medis dari pemeriksaan dokter, karena di Amerika Serikat dan bahkan di Indonesia obat-obatan ini sudah dapat dibeli secara bebas di beberapa apotik. Namun demikian, PPI masih merupakan tatalaksana utama untuk penyakit lambung seperti tukak lambung, gastritis, penyakit refluks gastroesofageal, dsb, namun penggunaannya pada orang yang terbukti memiliki gangguan ginjal harus lebih berhati-hati.

    Untuk antasida, sukralfat, dan ranitidin, sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan hubungan sebab akibat dengan gagal ginjal, namun pada orang yang sudah memiliki gagal ginjal kronis harus dibatasi dan disesuaikan dosisnya, karena obat-obatan ini dimetabolisme/dikeluarkan lewat ginjal, sehingga apabila terdapat gangguan dapat meningkatkan kadar obat di dalam tubuh yang bisa mengakibatkan toksisitas. Kesimpulannya, semua obat-obatan lambung, selain antasida, sebaiknya dikonsumsi mengikuti anjuran dari dokter, karena dokter dapat mempertimbangkan riwayat medis dan perjalanan penyakit anda dalam memberikan penanganan yang tepat. Jangan lupa untuk menginformasikan pada dokter mengenai riwayat penyakit yang anda saat memeriksakan diri.

    Anda dapat membaca artikel terkait: kanker lambung

    Demikian informasi yang dapat diberikan, semoga bermanfaat.

    Salam, dr. Delvira