Tanya Dokter

  • Penularan hiv

  •  Sri Anisa
    Anggota

    Dokter. Apakah bisa seseorng tertular penyakit hiv melalui jarum suntik yng bekas digunakan untuk mengambil darah pasien hiv. Tetapi oleh orang yang terkena bekas tusukan yg dijari hanya dibersihkan dengan kapas alkohol !. Terima ksh dok

    Halo, Penularan HIV dapat terjadi melalui pertukaran cairan tubuh. Jenis cairan tubuh yang dimaksud adalah darah, cairan ASI, cairan vagina, cairan sperma/air mani. Jika jarum suntik tersebut sempat berkontak dengan bagian tubuh/darah/cairan tubuh lain yang mengandung virus HIV dan menggores/menusuk tubuh anda, maka bisa saja terjadi penularan HIV. Tindakan membersihkan dengan alkohol sudah cukup baik karena hal itu dapat mensterilkan bekas luka. Namun, akan lebih baik jika dilakukan pemeriksaan sehingga bisa diberikan obat pencegahan/profilaksis HIV agar tidak tertular penyakit. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis seperti tes darah dan tes lainnya. Untuk mengetahui kepastian apakah anda terinfeksi atau tidak, anda bisa melakukan pengetesan tes HIV di laboratorium/RS. Semoga membantu, dr. Theresia <p style="border: 0px; font-family: museosans300, sans-serif; margin: 0px 0px 20px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; word-wrap: break-word; line-height: 23px; color: #000000;"></p>

    Sri Anisa  Sri Anisa
    Anggota

    Maap dok wktu yng tepat untuk pemeriksaan lab yg akurat kira2 brpa lama setelah terkena paparan tersebut? Sebelumnya trima ksh dokter

    Halo, Saat ini terdapat beberapa cara untuk mendeteksi HIV yaitu:

    • Tes antibodi standar yaitu pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi HIV yang dapat dilakukan dalam waktu 1 - 3 bulan setelah kejadian beresiko (tertusuk jarum suntik atau hubungan intim beresiko)
    • Tes antibodi cepat (rapid test) untuk menemukan antibodi HIV di darah atau air liur yang dapat dilakukan 1 bulan setelah tindakan beresiko
    • Tes antigen HIV yaitu tes untuk mendeteksi virus HIV, dapat dilakukan 14 sampai 28 hari setelah infeksi.
    Pemeriksaan yang banyak dilakukan di Indonesia adalah tes antibodi cepat atau tes antibodi standar. Bila 1 bulan setelah kejadian beresiko menunjukkan hasil negatif, umumnya disarankan untuk mengulang tes 3 bulan kemudian. Bila hasil pemeriksaan antibodi 3 bulan setelah kejadian beresiko negatif, maka Anda dianggap tidak menderita HIV. Bila Anda adalah seorang pekerja medis di rumah sakit, segera hubungan bagian komite pencegahan penyakit menular atau komite keselamatan pegawai. Rumah sakit umumnya memiliki protap atau standar prosedur untuk menangani kejadian menular di rumah sakit. Konsultasi dan periksakan diri Anda lebih lanjut ke dokter atau dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapat pemeriksaan, informasi dan edukasi mengenai HIV. Semoga membantu, dr. Theresia