Tanya Dokter

  • Benjolan di sekitar vagina dan teraba keras

  •  Anonymus
    Anggota
    Dok saya ingin bertanya. Saya pernah berhubungan intim dengan pacar 1 bulan yang lalu dan itu tidak memakai pengaman dan 1 minggu delanjutnya begitu juga tidak memkai penganan tetapi baru bary ini kami melakukan itu dengan pengaman. Saya masih perawan dan dia masih perjaka dok. Tetapi 2 minggu yang lalu saya merasa ada yang aneh di daerah antara anus dan vagina saya dok (peridum) saya merasa sakit saat duduk. Dan pada saat saya cek sendiri ada benjolan kecil dan sekitarnya agak keras dok. Saya ingin bertanya penyakit apa itu dok dan penanganannya bagaimana? Apakah iu tanda tanda hiv aids atau bukan dok? Jujur saya takut kalau kalau itu hiv aid. Dan juga dok di mulut saya ada sariawan dan bibir saya kering dok. Terima kasih dok

    Hai

    Bagian antara vagina dan anus disebut juga dengan perineum. Beberapa kemungkinan penyebab munculnya benjolan pada bagian tersebut adalah:

    • Bisul. Disertai gejala nyeri, pembengkakan, dan kemerahan pada kulit.
    • Kutil kelamin. Benjolan diatas permukaan kulit dengan permukaan kasar tanpa disertai rasa nyeri.
    • Skin tag. Merupakan tumor jinak kulit yang tidak berbahaya.
    • Dan sebagainya.

    Untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter. Munculnya benjolan pada perineum bukanlah gejala dari penularan awal HIV. HIV (human immunedeficiency virus) merupakan virus yang dapat menyerang sistem pertahanan tubuh manusia sehingga manusia dapat lebih mudah tertular suatu penyakit atau penyakit ringan pun dapat menjadi berbahaya. Penularan HIV ini adalah melalui cairan tubuh seperti:

    • Darah.
    • Cairan vagina.
    • Cairan sperma.
    • ASI.

    Tidak ada gejala khas spesifik dari penularan HIV pada saat fase awal penularan, sehingga seringkali tidak menyadari apakah tertular HIV atau tidak. Gejalanya antara lain:

    • Demam.
    • Nyeri tenggorok.
    • Batuk, pilek.
    • Diare.
    • Ruam merah dan gatal.

    Gejala diatas tidak selalu semua ada dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Biasanya seseorang baru dicurigai mengidap HIV biasanya setelah memasuki fase AIDS (acquired immunedeficiency syndrome), dimana munculnya sekumpulan gejala akibat penurunan daya tahan tubuh dan memang memiliki riwayat kontak dengan faktor risiko, misal berhubungan intim bergonta-ganti pasangan, pengguna narkoba, dan sebagainya. Untuk mengetahui apakah tertular HIV atau tidak, hanya dapat melalui pemeriksaan darah yaitu serologi HIV. Sebelum melakukan pemeriksaan HIV, sebaiknya konsultasikan dahulu pada poli VCT (voluntary counseling test) di puskesmas atau rumah sakit terdekat terutama bila memiliki faktor risiko penularan HIV.

    Berikut informasinya:

    HIV-AIDS.

    Semoga membantu ya .Terima kasih.

    dr.Yan william