Tanya Dokter

  • penyakit alergen kimia dan kanker kulit

  • Dokter, umur Dhea sekarang kan 14 tahun jadi dhea ini terkena penyakit yang namanya alergen kimia, setiap bulan pasti kulit tangan dhea akan terkelupas terus, mungkin dalam sebulan bisa terjadi 5 kali, penyakit ini udah dhea alami sejak 8 tahun yang lalu. Dhea udah berobat rutin tapi tidak kunjung sembuh, selalu saja penyakit itu tetap kunjung. Dok, bisa tidak karena alergen kimia itu menimbulkan kanker kulit? terima kasih

    Hi Dhea, Mungkin yang kamu maksud adalah dermatitis kontak alergi. Dermatitis kontak terjadi bila kulit terpajan oleh sesuatu zat asing dan respon alergi yang ditimbulkan oleh kulit adalah kulit mengalami peradangan yang ditandai dengan gatal-gatal, kulit bersisik, kulit kemerahan, kulit melepuh, dll. Beberapa contoh zat yang dapat menimbulkan dermatitis kontak :

    • Produk pembersih rumah
    • Shampoo
    • Sabun
    • Detergent
    • Perhiasan imitasi
    • Dll
    Agar dermatitis kontak tidak berulang maka Dhea harus mencari zat apa yang memicu terjadinya kontak dermatitis pada Dhea. Melihat keluhan Dhea selalu berulang, dapat dipastikan Dhea masih terpapar zat yang menimbulkan alergi. Jika Dhea tidak mengetahui zat apa yang menyebabkan munculnya dermatitis kontak pada Dhea, maka dhea dapat mengambil tindakan pencegahan seperti :
    • Menggunakan sarung tangan saat mencuci
    • Ganti produk shampoo atau sabun dengan yang hipoalergenik
    • Melakukan tes alergi untuk mengetahui secara pasti apakah yang menyebabkan alergi pada Dhea
    Jika Dhea terpapar zat dicurigai pemicu dermatitis kontak, maka :
    • Langsung cuci tangan di air yang mengalir
    • Hindari menggaruk kulit
    • Jika muncul lepuhan, kompres dengan handuk dingin
    • Minum obat anti histamin yang djual bebas seperti CTM
    • Mengoleskan kulit dengan salep kortikosteroid
    Dari beberapa penelitian ditemukan adanya hubungan antara dermatitis kontak dengan angka kejadian kanker kulit. Tetapi hipotesis mengapa dermatitis kontak dapat menimbulkan kanker kulit masih menjadi perdebatan. Semoga membantu, dr. Tri  

    Makasih dokter atas penjelasannya :)