Tanya Dokter

  • Penyakit Hepatitis B

  •  Prabumulih
    Anggota

    Saya pengidap HBV kronik sudah lama namun baru ketahuan sejak Mei 2005, sejak saat itu saya berobat dan ditangani dr. penyakit dalam selama 6 bulan dan diberi obat secara terus-menerus dan melakukan beberapa kali test darah. Akan tetapi hasilnya tidak signifikan (tidak ada perubahan). Lalu saya putuskan berobat sendiri (alternatif) dengan berbagai obat (sumber internet) dan sering juga melakukan test laboratorium. Hasilnya: HBs Ag tetap Reaktif dengan angka yang fluktuatif, awal-awal diatas >300 lalu <100; HBs Ab tetap Non Reaktif; dan HBe Ag yang dulu (waktu ditangani dokter) Reaktif berubah menjadi Non Reaktif. Dan hasil laoratorium terakhir 18 September 2015 sbb : HBs Ag = 5657 (Reaktif); HBe Ag = 0,176 (Non Reaktif) dan HBs Ab <2,00 (Non Reaktif). Dari berbagai referensi yang saya baca dan dengan melihat hasil-hasil test darah saya, maka saya (menurut sumber yang saya baca), HBV yang saya idap termasuk : 1. Positip saya idap HBV Kronik; 2. Virus yang ada dalam tubuh saya tenang dan tidak ber-replikasi; 3. Virus yang ada dalam tubuh saya tidak menyerang hati; dan 4. Virus yang ada dalam tubuh saya tidak bisa menular ke org lain. Perlu juga saya informasikan bahwa sejak sebelum ketahuan saya idap HBV saya tidak pernah ada keluhan apapun dan tidak juga ada gangguan pada hati saya (sehat-sehat saja). Mohon pencerahan : 1. Angka HBs Ag menjadi 5657 meningkat cukup tinggi padahal lebih dari 10 kali test selalu dibawah 100, apa makna angka tersebut ? 2. Benarkah pendapat/interpretasi (point 1, 2, 3, 4) diatas ? 3. Apa yang dimaksud dengan Pengidap HBV Carrier, apakah saya termasuk tipe ini ? 4. Saya mau coba obat penginterveron alfa-2a dengan dosis 180mcg/minggu kombinasi ribavirin 1000mg/hr untuk menaikkan SVR, bisa tidak ?

    Terimakasih sebelumnya,-

    Mba kalau boleh tau sudah makan obat dalam brp tahun

    Prabumulih  Tim Alodokter
    Dokter

    Hi, HBsAg merupakan salah satu marker lab yang menunjukkan keberadaan virus di tubuh. Hasil HBsAg yang reaktif selama lebih dari 6 bulan dapat dikatakan sebagai penyakit Hepatitis B kronik. HBV adalah virus hepatitis B yang menginfeksi hati dan replikasi di hati. Infeksi virus ini berakibat rusaknya sel hati dan dapat dideteksi dengan pemeriksaan fungsi hati (tes darah) untuk mengetahui kondisi hati. Penderita hepatitis B kronik dapat menularkan virus ini. Penularan HBV dapat melalui:

    • Penularan ibu ke bayi saat melahirkan
    • Kontak kulit melalui darah atau cairan tubuh lain penderita (cairan ludah, cairan menstruasi, cairan vagina, maupun cairan ejakulasi)
    • Aktivitas seksual
    HBV carrier sejati adalah penderita dengan HBsAG reaktif dan HBeAG non-reaktif kronik tanpa disertai kerusakan hati aktif. Membedakan seseorang merupakan HBV carrier atau penderita Hepatitis B kronik memerlukan penilaian dari dokter. Hepatitis B tidak memiliki pengobatan spesifik yang berlaku untuk semua penderita. Evaluasi penyakit dari setiap penderita diperlukan untuk menentukan pengobatan yang terbaik. Saran saya anda memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam bagian infeksi atau pencernaan untuk evaluasi penyakit dan menentukan penanganan selanjutnya. Semoga membantu, dr. Dennis Jacobus