Tanya Dokter

  • Obat untuk mata minus agar tidak bertambah

  •  Ziizii Fafa
    Anggota

    Siang dok,mau tanya Sejak umur 11 th saya sudah menderita rabun jauh dg minus 6 dimata kanan dan 5 dimata kiri,dan sekarang diumur 14 saya coba untuk periksa mata ternyata minus saya bertambah menjadi 6 dan silinder 2 di mata kanan dan kiri,apakah ini termasuk glaukoma?karena saya punya keturunan diabetes dari pihak ibu dan bapak,atau bukan galukoma?dan apa ada obat atau hal hal yang mungkin dijauhi agar tidak bertambah minusnya?? Terimakasih atas jawaban anda dok

    Hai Rabun jauh (miopia) disebabkan oleh kondisi kelengkungan dari kornea sehingga bayangan benda tidak jatuh tepat pada titik persarafan pusat penglihatan di dalam bola mata (retina). Ini tidak termasuk dengan glaukoma, dimana glaukoma adalah peningkatan tekanan bola mata. Namun bila miopia yang sangat tinggi yaitu diatas minus 6 Dioptri dapat memicu terjadinya glaukoma. Mata minus yang tinggi umumnya dapat dipengaruhi oleh:

    • Faktor genetik atua keturunan dari keluarga kandung
    • Kebiasaan yang tidak baik seperti menonton televisi, melihat layar handphone dengan jarak terlalu dekat dalam jangka waktu lama terutama pada usia anak dimana perkembangan bola mata masih terjadi.
    Mata minus atau rabun jauh ini satu-satunya cara adalah dengan memakai kacamata atau lensa kontak untuk memperbaikinya sehingga bayangan benda yang dilihat agar bisa jatuh pada tepat di pusat penglihatan di dalam mata. Dan menghindari hal-hal seperti menonton televisi terlalu dekat, melihat handphone, komputer dalam jangka waktu lama, dan membaca buku jarak dekat untuk mencegah mata minus semakin bertambah. Untuk mengurangi mata minus, satu-satunya cara adalah dengan metode operasi lasik, yaitu memperbaiki kelengkungan kornea. Informasi dan diskusi terkait dapat Anda ikuti pada link berikut ini: Penyebab dan penanganan rabun jauh. Mengenal lebih jauh tentang mata minus. Penglihatan Anda buram, cobalah metode operasi lasik. Apa obat untuk rabun jauh? Semoga membantu ya. Terima kasih. dr.Yan william