Tanya Dokter

  • Air ketuban dan penularan HIV

  •  Sofie Anah
    Anggota

    dok izin bertanya yah

    dok sya lg peraktek kebidanan di RS yg pertama X nya kemarenkn ada yg lahiran trus sya ikut bantuin nolong persalinan karna sya bru pertama kali bantu nolong persalinan sya tu panik smpe lupa pake handscoond jadinya tangn saya secara langsung megang cairan ketubannya itu trus pas di cek di lab pasien yg bru sya tolong itu + HIV dan hepatitis B trus gmna tuh sya beresiko trtular penyakit tersebut gk..tolong jawab yh dok

    Sofie Anah  Sofie Anah
    Anggota

    dok bales dong....

    Halo, Cairan tubuh yang paling berpotensi menjadi media penularan HIV adalah:

    • Darah
    • Cairan tubuh lain yang mengandung darah secara kasat mata.
    • Cairan semen
    • Cairan vagina
    • Cairan serebrospinal
    • Cairan sendi
    • Cairan selaput pembungkus paru-paru dan jantung
    • Cairan dalam rongga tubuh
    • Cairan ketuban atau amnion
    Jika kulit tangan intak atau utuh tanpa lecet, kemungkinan untuk terinfeksi HIV dan Hepatitis B Virus (HBV) akibat terkena cairan ketuban (tanpa disertai darah) sangat kecil. Akan tetapi dalam persalinan, selain cairan ketuban tentu saja terdapat darah. Hal ini yang menjadi perhatian penting dan perlu dilakukan tindak lanjut. Terdapat suatu penelitian tentang ada atau tidaknya virus HIV pada cairan amnion. Sampel cairan amnion pada ibu hamil positif HIV yang sudah mendapatkan pengobatan anti retroviral menunjukkan bahwa cairan amnion tersebut tidak mengandung virus HIV. Cairan tubuh yang tidak berpotensi infeksius menularkan virus HIV dan HBV adalah sebagai berikut:
    • Feses
    • Sekret hidung
    • Dahak/ riak
    • Keringat
    • Air mata
    • Urin
    Cairan tersebut tidak berpotensi menularkan virus HIV dan HBV selama tidak mengandung darah. Untuk saliva atau air liur tidak berpotensi menularkan HIV, namun masih berpotensi menularkan HBV. Diperlukan tindakan pencegahan penularan pada tenaga kesehatan setelah terjadi paparan terhadap virus HIV dan HBV. Tindakan pencegahan terhadap infeksi HIV biasanya dimulai dengan pemberian obat antiretroviral segera setelah paparan terjadi, dan dilanjutkan hingga 4 minggu setelahnya. Risiko penularan HIV akibat terpapar cairan tubuh tersebut adalah sekitar kurang dari 1%. Tenaga kesehatan yang sebelumnya tidak mendapatkan vaksinasi HBV dan tidak mendapatkan tindak pencegahan infeksi HBV mempunyai risiko terinfeksi sebesar 6-30%. Risiko penularan HIV pada tenaga kesehatan karena paparan cairan tubuh pasien HIV terhadap selaput lendir atau kulit yang lecet sangat rendah (sekitar 0,09%). Belum ada laporan kasus penularan pada kulit yang sehat dan intak (utuh) setelah paparan terhadap cairan tubuh (tanpa disertai darah) pasien dengan HIV positif. Sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter, untuk menentukan tindakan pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan, selanjutnya mendapatkan penanganan atau tindak pencegahan yang sesuai dengan kondisi Anda. Terdapat beberapa artikel yang terkait dengan topik ini: Langkah-langkah diagnosis HIV Risiko penularan HIV   Semoga membantu, dr. Agatha

    Sofie Anah  Sofie Anah
    Anggota

    ya makasih yh dok......