Tanya Dokter

  • Penyebab sesak napas pada pasien dengan post PCI

  • " Selamat Pagi Dokter. saya mau bartanya. ayah saya adalah seorang pasien sakit jantung dengan pemasangan PCI. sudah 4 tahun berlalu setelah pemasangan itu namun ayah saya masih merasakan sesak napas dan  sering menggunakan oksigen. pertanyaan saya, mengapa sesak napas itu masih sering terjadi padahal sudah melakukan pemasangan PCI? sekian dan terima kasih

    Halo, PCI atau percutaneous coronary intervention adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membebaskan sumbatan pada pembuluh darah koroner di jantung. Pembuluh darah tersebut berguna untuk memperdarahi jantung. Bila terjadi sumbatan maka suplai darah ke jantung tidak cukup, dapat menyebabkan kematian sel jantung pada area yang tersumbat, dan pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Pembuluh darah koroner jantung terbagi menjadi dua cabang yang kemudian terbagi menjadi cabang-cabang lain. Setelah dilakukan PCI pada satu pembuluh darah masih mungkin terjadi penyumbatan di pembuluh darah koroner yang lain. Hal ini dapat terjadi perlahan, menyebabkan suplai darah ke jantung berkurang dan dapat menimbulkan sesak napas karena suplai oksigen yang dipompa darah ke seluruh tubuh oleh jantung tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh seiring dengan kemampuan pompa jantung yang berkurang. Di sisi lain pada keadaan pompa jantung yang melemah menyebabkan cairan tubuh tidak terdistribusi sebagaimana mestinya. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan cairan yang menyebabkan kerja jantung semakin berat dan penimbunan cairan di paru yang semakin memperberat sesak napas. Sesak napas juga dapat disebabkan oleh kelainan paru seperti infeksi pada paru. Pada pasien jantung yang aktifitasnya mulai berkurang akan makin rentan terhadap infeksi paru terutama jika pasien banyak berbaring saja. Dari sini kita bisa melihat bahwa masalah pada jantung dapat sangat berhubungan dengan masalah lain pada tubuh. Tidak menutup kemungkinan penumpukan cairan terjadi di organ-organ lain seperti ginjal yang juga memiliki peran dalam membuang cairan melalui kencing dan mengatur tekanan darah tubuh. Pada kondisi ini diperlukan perawatan multi-disiplin oleh dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis jantung untuk menangani pasien. Periksakan kondisi pasien secara rutin untuk mendapatkan hasil terapi yang optimal. Semoga membantu, terimaksih