Tanya Dokter

  • Cara menyembuhkan maag kronis yang disertai dengan gula darah tinggi

  •  ari saputra
    Anggota

    Sore dok. Saya mau tanya mengenai penyakit yg diderita istri saya. Istri saya punya mag dan mungkin bisa dibilang sudah kronis, gejalanya saat mag lg kambuh perut tersa pedih, mual dan cenderung sering muntah. Jika sedang kambuh apapun yg dimakan akan keluar lg lewat muntah. Untuk riwayat penyakit istri sy jg punya bakat diabetes yg dulu diderita orang tuanya. Saya sudah punya alat pengukur gula, dan jika kondisi mag sedang kambuh gula darah bisa sampai diatas 400. Saat ini istri sy sdg dirawat di RS, dan ini yg ke 4X dlm waktu 1 bln. Setiat keluar dr RS dlm kondisi normal. namun 2hr setelah keluar dr RS tiba2 perutnya terasa pedih lg yg dibarengi dg muntah2. Dan ini sudah terjadi berulang-ulang. Mohon penjelasanya dok mengenai penyakit yg diderita istri sy ini. Dah langkah apa yg hrs saya ambil untuk pengobatan yg tuntas. Terimakasih.

    Hai, Sakit maag dapat disebabkan oleh adanya infeksi H. pylori maupun konsumsi obat antiinflamasi non steroid seperti ibuprofen atau diklofenak. Gejala sakit maag diantaranya mual muntah, nyeri ulu hati, atau perut terasa panas. Kondisi diabetes yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi seperti gangguan pada saraf. Misalnya nyeri, kesemutan, atau rasa baal yang dimulai pada jari kaki. Kerusakan saraf yang berhubungan dengan pencernaan dapat menimbulkan gejala seperti mual, muntah, diare, atau konstipasi. Langkah-langkah berikut dapat dilakukan:

    • memiliki waktu istirahat yang cukup dan menghindari stres. Faktor stres dapat meningkatkan kadar gula darah dan memperburuk keluhan asam lambung
    • konsumsi makanan sehat secara teratur
    • kurangi makanan berlemak, mengandung tinggi gula, atau pedas
    • memiliki berat badan yang ideal
    • olahraga rutin sesuai dengan kemampuan fisik
    Disarankan agar istri Anda konsumsi obat diabetes maupun obat maag sesuai dengan anjuran dokter yang merawat. Jika sudah mengkonsumsi obat secara rutin, namun gejala belum membaik, sebaiknya periksa kembali ke dokter. Sehingga dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lebih lanjut, serta dilakukan evaluasi terhadap obat-obat yang diberikan. Anda dapat membaca lebih lanjut halaman Diabetes   Semoga bermanfaat, Dr. Jessica Winoto